

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Seluruh arena lomba disebut telah memiliki desain rencana pemanfaatan ruang sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan penyiapan infrastruktur dan pengondisian venue akan ditangani oleh event organizer (EO) yang telah direkrut panitia.
“EO yang kita rekrut ini adalah EO yang pernah menyelenggarakan MTQ tingkat provinsi. Jadi, kami juga sudah melakukan pengecekan,” ujar Sunggono, Selasa (3/11/2026).
Sunggono menjelaskan desain lokasi dan rencana pelaksanaan kegiatan telah disiapkan secara menyeluruh, termasuk pengaturan pemanfaatan ruang di setiap arena yang akan digunakan untuk perlombaan.
“Di semua venue, di semua arena, sudah kita buatkan desain rencana pemanfaatan ruang untuk kegiatan lomba. Sudah semuanya,” jelasnya.
Kesiapan tersebut turut ditinjau langsung oleh tim Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kaltim.
Peninjauan dimulai dari Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, lalu berlanjut ke Gedung Sekretariat Dewan Masjid Indonesia (DMI), Sekretariat DPRD, Kantor Bupati, Pendopo Wakil Bupati, Gedung Putri Karang Melenu (PKM), RSUD Aji Muhammad Parikesit, hingga Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltim sekaligus Ketua II LPTQ Provinsi Kaltim, Dasmiah, mengatakan secara umum lokasi yang ditinjau dinilai layak digunakan sebagai venue perlombaan MTQH.
Meski demikian, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan satu minggu sebelum pelaksanaan untuk memastikan kesiapan dekorasi dan kebutuhan teknis lainnya.
“Akan tetapi, nanti kita cek kembali satu minggu sebelum hari H pelaksanaan karena dekorasi belum siap, dan kita juga harus betul-betul memastikan seperti apa dekorasinya nanti,” ungkap Dasmiah.
Ia menjelaskan sejumlah aspek teknis masih perlu diperhatikan, terutama pemasangan kabel dekorasi, penempatan peserta, serta posisi dewan hakim. Pihaknya juga menyarankan agar tempat dewan hakim tidak berada di bagian atas, tetapi di bawah untuk memudahkan anggota dewan hakim yang sudah lanjut usia.
Selain itu, pengaturan tempat peserta, tim kesehatan, dan penonton juga perlu menjadi perhatian panitia.
“Secara umum, tempat-tempat ini yang akan dijadikan venue nanti semuanya layak dan siap ditempati untuk arena lomba,” katanya.
Dasmiah berharap pelaksanaan MTQH di Kukar dapat berlangsung lebih baik dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Ia juga berharap kualitas peserta yang tampil semakin meningkat.
“Mudah-mudahan MTQ di Kabupaten Kukar ini lebih baik daripada MTQ di Kabupaten Kutai Timur, dan kami juga berharap para peserta kualitasnya lebih bagus,” harapnya.
Peningkatan kualitas peserta akan memudahkan LPTQ Provinsi Kaltim dalam melakukan pembinaan dan mempersiapkan kafilah untuk mengikuti MTQ ke-32 tingkat nasional di DKI Jakarta pada 2027. (dhn)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



