Biaya Air Tandon Warga PPU Membengkak, Perumda AMDT Soroti Beban Pelanggan

Editorialkaltim.com – Keterbatasan pasokan air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) turut menambah pengeluaran masyarakat. Sebagian pelanggan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air tandon guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten PPU Abdul Rasyid menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menggambarkan pengeluaran pelanggan kategori R2 yang biasanya sekitar Rp150 ribu per bulan untuk kebutuhan air. Namun, ketika pasokan terbatas, uang dengan jumlah yang sama bisa habis hanya dalam dua hari untuk membeli air tandon.
“Kalau biasanya mereka mengeluarkan, mohon maaf, misalnya kategori R2 Rp150 ribu dalam satu bulan, sekarang hanya dua hari habis uang Rp150 ribu untuk membeli air tandon,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, contoh tersebut menunjukkan besarnya tambahan pengeluaran yang harus ditanggung pelanggan ketika pasokan air dari jaringan Perumda AMDT tidak mencukupi kebutuhan.
Ia juga mengungkapkan sejumlah instalasi pelayanan air bersih mulai mengalami penurunan kemampuan distribusi akibat keterbatasan air baku.
Dua wilayah yang menjadi sorotan adalah Sotek dan Babulu. Di kedua wilayah tersebut, instalasi pelayanan sudah tidak optimal dalam mengalirkan air kepada masyarakat.
Kondisi itu mendorong Perumda AMDT segera mencari langkah antisipasi agar gangguan pelayanan tidak semakin meluas. Salah satu upaya yang didorong adalah menyiapkan sumber air cadangan melalui optimalisasi Embung Lawe-Lawe.
Rasyid menilai persoalan air bersih membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan bukan hanya menjadi tanggung jawab Perumda AMDT. Karena itu, pihaknya mengharapkan dukungan DPRD dan pemerintah daerah untuk merealisasikan rencana penyediaan air cadangan tersebut.
Ia berharap penambahan cadangan air dapat membantu menjaga keberlangsungan pelayanan, terutama ketika ketersediaan air dari sumber utama menurun akibat kemarau.
“Jangan sampai semua instalasi kita habis airnya, tutup, seperti Sotek dan Babulu yang sudah tidak optimal mengalirkan air ke masyarakat,” pungkasnya.(ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



