KaltimKukar

Anak Sekolah di Kukar Kembali Gunakan Masker

Anggota Komisi I DPRD Kaltim Salehuddin (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Kualitas udara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) belum menunjukkan perbaikan. Kondisi tersebut membuat sejumlah sekolah kembali mewajibkan siswa menggunakan masker selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim Salehuddin mengatakan, siswa khususnya di wilayah Tenggarong mulai kembali menggunakan masker saat berada di lingkungan sekolah. Jam belajar juga disesuaikan, sementara sejumlah kegiatan di luar sekolah dihentikan sementara.

“Bahkan sekarang sudah kembali lagi anak-anak pakai masker. Kemudian jam 1 sudah balik. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya ekstrakurikuler yang keluar dari daerah, dari sekolah itu bahkan dihentikan. Pramuka dan sebagainya,” ujar Salehuddin saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Senin (5/10/2026).

Baca  Pemkab Paser Wajibkan Tenaga Honorer Tanam Pohon untuk Dapat SK P3K

Salehuddin mengaku belum mendapatkan pembaruan data terkini terkait kualitas udara di Kukar. Namun, berdasarkan pengamatannya, kabut asap terlihat semakin pekat sehingga kondisi udara belum bisa dikatakan kembali normal.

“Dari kasat mata memang sudah terlihat proses konsentrasinya lebih tinggi, lebih pekat,” katanya.

Menurut Salehuddin, memburuknya kondisi udara kini tidak hanya dirasakan masyarakat yang tinggal dekat titik panas atau hotspot. Kabut asap juga mulai terasa di Tenggarong yang merupakan pusat pemerintahan Kukar.

Baca  Putusan MK Pisahkan Pemilu, DPRD Bontang Soroti Nasib RPJMD

“Kalau dulu misalnya di daerah ibu kota kabupaten seperti Tenggarong relatif tidak terlalu pekat, hanya di beberapa kecamatan tertentu. Tapi sekarang justru di ibu kota kabupatennya, seperti Tenggarong,” ungkapnya.

Kabut asap tersebut terjadi di tengah masih munculnya titik panas di sejumlah wilayah Kukar. Salehuddin menyebut kebakaran lahan yang terjadi juga tidak terlepas dari aktivitas pembakaran yang dilakukan masyarakat.

“Karena sampai saat ini yang kita dapatkan informasinya memang masyarakat melakukan pembakaran itu. Saya enggak tahu pertimbangannya apakah sudah ada hujan atau segala macam sehingga permisif untuk melakukan pembakaran,” imbuhnya.

Baca  Sekolah Tahan Ijazah Siswa, Dewan Bontang Minta Disdikbud Segera Menindaklanjuti

Ia pun meminta masyarakat serta pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan lahan untuk tidak melakukan pembakaran. Langkah pencegahan dinilai penting agar kualitas udara tidak semakin memburuk dan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button