Anggaran Rp5,7 Miliar Belum Cukup, Cabor PPU Keluhkan Dana Pemusatan Latihan

Editorialkaltim.com – Anggaran Rp5,7 miliar yang disiapkan untuk mendukung kontingen Penajam Paser Utara (PPU) dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Paser belum mencakup kebutuhan pemusatan latihan atau training center (TC) serta perlengkapan pertandingan atlet.
Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) PPU Samir mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan, anggaran tersebut dialokasikan untuk akomodasi, konsumsi, transportasi, dan perlengkapan kontingen. Sementara itu, biaya latihan serta perlengkapan tanding masing-masing cabang olahraga (cabor) tidak termasuk dalam alokasi tersebut.
Ia menilai kondisi itu menyulitkan cabor dalam mempersiapkan atlet. Kebutuhan seperti sepatu khusus, baju tanding, hingga biaya latihan terpaksa ditanggung secara mandiri oleh pengurus setiap cabor.
“Ini yang menyulitkan, mau tidak mau, mereka mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli kelengkapan baju tanding maupun kebutuhan lainnya. Padahal, atlet setiap cabor membutuhkan latihan maksimal sebelum bertanding,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (3/11/2026).
Samir menilai persiapan Porprov kali ini paling memprihatinkan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Menurutnya, persoalan anggaran TC dan perlengkapan tanding belum pernah menjadi keluhan sebesar sekarang.
“Atlet saya ada 12 orang. Sampai sekarang mereka juga bertanya, kapan perlengkapan bisa dipenuhi? Saya sendiri tidak bisa menjawab karena memang anggarannya tidak ada. Baju tanding saja kami patungan dari pengurus, termasuk sepatu tanding,” jelasnya.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya dialami PSTI, tetapi juga sejumlah cabor lainnya. Ia menyoroti kebutuhan khusus beberapa cabor, seperti atlet layar yang membutuhkan biaya sewa motor untuk menunjang aktivitas latihan serta atlet renang yang memerlukan dukungan mobilitas dan fasilitas latihan di luar daerah.
Sementara itu, KONI PPU menargetkan kontingen daerah meraih posisi empat besar dalam Porprov. Dengan lebih dari 600 atlet yang dipersiapkan, Samir berharap pemerintah daerah, DPRD, Dinas Pendidikan, dan KONI memberikan perhatian terhadap kebutuhan atlet.
“Bagaimana kita bisa berharap masuk empat besar kalau persiapan atlet justru kurang mendapat dukungan? Jangan sampai ketika nanti berhasil masuk empat besar, baru kita menyebut PPU luar biasa, tetapi perhatian terhadap kebutuhan atlet sebelum bertanding justru kurang,” pungkasnya.(ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



