
Editorialkaltim.com – Nyeri pada tulang dan persendian kerap dianggap sebagai keluhan biasa yang cukup diatasi dengan obat pereda nyeri. Padahal, menggunakan obat tanpa mengetahui penyebab keluhan atau memperhatikan aturan pakai dapat berisiko menimbulkan masalah kesehatan.
Karena itu, UPTD Puskesmas Kampung Baqa mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan obat nyeri, khususnya bagi penderita penyakit tulang dan sendi.
Kepala UPTD Puskesmas Kampung Baqa dr. Opiansyah menyoroti tiga penyakit yang berkaitan dengan gangguan tulang dan persendian, yakni osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan osteoporosis. Menurutnya, ketiganya memiliki karakteristik dan penanganan berbeda sehingga memerlukan pemeriksaan serta penatalaksanaan sesuai kondisi pasien.
“Penggunaan obat nyeri tidak boleh dilakukan sembarangan. Masyarakat perlu mengetahui penyebab rasa sakit yang dialami dan memastikan obat yang dikonsumsi sesuai dengan kondisi kesehatannya,” ungkap Opi, sapaan akrab Opiansyah, Rabu (4/11/2026).
Opiansyah mengatakan, konsumsi obat nyeri tanpa memperhatikan dosis, aturan pakai, maupun kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko efek samping. Beberapa jenis obat antinyeri dapat menimbulkan gangguan pada lambung, ginjal, maupun sistem kardiovaskular apabila digunakan tidak sesuai anjuran.
Karena itu, masyarakat yang mengalami nyeri berulang, pembengkakan sendi, kekakuan, atau gangguan gerak sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Ia juga menekankan pentingnya membedakan osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan osteoporosis. Osteoarthritis berkaitan dengan kerusakan tulang rawan sendi, sedangkan rheumatoid arthritis merupakan penyakit peradangan autoimun yang menyerang persendian. Sementara itu, osteoporosis menyebabkan kepadatan tulang menurun sehingga tulang lebih rentan patah.
“Jangan hanya berfokus menghilangkan rasa nyeri, tetapi penting juga mengetahui penyakit yang mendasarinya. Dengan pemeriksaan yang tepat, pengobatan dan penanganan dapat disesuaikan sehingga risiko komplikasi bisa diminimalkan,” jelas Opiansyah.
Melalui edukasi ini, Opiansyah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan obat secara rasional dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengetahuan yang memadai.
Warga juga diimbau memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan di puskesmas apabila mengalami keluhan pada tulang maupun persendian. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini, memperoleh pengobatan yang tepat, serta mencegah dampak lebih serius akibat penggunaan obat yang tidak sesuai aturan. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



