KaltimSamarinda

Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Kelurahan Sambutan Libatkan TNI dan Polri dalam Pemantauan

Lurah Sambutan Muhammad Masuki memantau lahan di perbatasan dengan Kelurahan Pulau Atas. (Foto: Editorialkaltim/doc)

Editorialkaltim.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kewaspadaan bersama, terutama di kawasan perbatasan yang berpotensi rawan kebakaran.

Sebagai langkah antisipasi, Lurah Sambutan Muhammad Masuki bersama staf kelurahan, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) memantau wilayah perbatasan Kelurahan Sambutan dan Pulau Atas. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan sekaligus mengantisipasi munculnya titik api.

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan di tingkat wilayah, khususnya dalam menghadapi risiko kebakaran saat kondisi lingkungan kering.

Baca  Gubernur Kaltim Pastikan Insentif Guru Non-ASN Lanjut Tahun Depan

Masuki mengatakan, pemantauan lapangan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kawasan yang berpotensi terdampak karhutla.

“Monitoring ini merupakan langkah antisipasi agar potensi kebakaran dapat diketahui sejak dini. Kami ingin memastikan kondisi wilayah tetap terpantau dan masyarakat turut meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (4/11/2026).

Kehadiran staf kelurahan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas mencerminkan pentingnya koordinasi lintas unsur dalam menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan.

Baca  DPMPD Kaltim Fasilitasi Evaluasi Kepersertaan Jamsostek di Ekosistem Desa

Menurut Masuki, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas. Masyarakat juga perlu terlibat karena menjadi pihak yang paling dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.

“Sinergi antara pemerintah kelurahan, TNI, Polri, dan masyarakat sangat diperlukan. Melalui kerja sama ini, pengawasan wilayah dapat diperkuat dan informasi mengenai potensi kebakaran bisa lebih cepat ditindaklanjuti,” ucapnya.

Masuki mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan. Ia juga mengajak warga segera melapor apabila menemukan asap atau indikasi titik api di sekitar permukiman maupun lahan terbuka.

Baca  Dewan Samarinda Minta Pemkot Maksimal Tangani Banjir

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun yang berpotensi memicu karhutla. Apabila menemukan tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” pungkas Masuki. (ADV)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button