KaltimKukar

Festival Olahraga Tradisional Erau Kukar Digelar, 412 Peserta Adu Ketangkasan

Sebanyak 412 peserta mengikuti empat cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan di area parkir Pulau Kumala

Editorialkaltim.com – Festival Olahraga Tradisional kembali memeriahkan rangkaian Erau Adat Kutai Kartanegara (Kukar) 2026. Sebanyak 412 peserta mengikuti empat cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan di area parkir Pulau Kumala, Tenggarong.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono membuka festival tersebut, Senin (21/9/2026), Tenggarong. Pembukaan ditandai pemutaran gasing secara simbolis sebagai tanda dimulainya rangkaian pertandingan.

Membacakan sambutan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Sunggono mengatakan festival tersebut menjadi sarana menjaga permainan tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Olahraga tradisional dalam rangkaian Erau bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi cara merawat ingatan budaya dan mewariskannya kepada generasi muda kita,” ujarnya.

Baca  Gubernur Kaltim Ungkap Tahun 2025, Proyek IKN Mulai Rampung

Empat cabang yang dipertandingkan meliputi begasing, belogo, menyumpit, dan ketapel tradisional. Permainan tersebut dinilai memiliki nilai pendidikan karakter karena membutuhkan ketangkasan, konsentrasi, keberanian, kesabaran, kerja sama, serta sportivitas.

Pemkab Kukar juga mendorong pembinaan olahraga tradisional secara berkelanjutan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penyediaan ruang latihan, kaderisasi pelatih dan juri, dokumentasi aturan permainan, serta penyelenggaraan kompetisi secara berjenjang.

Pemilihan Pulau Kumala sebagai lokasi festival sekaligus diharapkan mampu menggabungkan kegiatan olahraga dan budaya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta serta pengunjung dinilai dapat menggerakkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan.

Baca  Paser Targetkan Bebas Sampah pada 2025, Gandeng Swasta untuk Daur Ulang

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni mengatakan festival berlangsung selama enam hari, mulai 21 hingga 26 September 2026.

“Peserta tidak hanya berasal dari Kukar dan daerah di Kalimantan Timur, tetapi juga datang dari Kalimantan Tengah serta Kalimantan Utara,” katanya.

Begasing menjadi cabang dengan peserta terbanyak, yakni 200 orang. Sementara belogo diikuti 95 peserta, menyumpit 65 peserta, serta ketapel tradisional 52 peserta.

Festival tahun ini juga menghadirkan kategori khusus anak-anak mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Kategori tersebut dibuka sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus olahraga tradisional.

Baca  Kasus Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu, DPRD Kaltim Panggil Regulator

“Tahun ini kami membuka kategori anak-anak tingkat SD hingga SMP sebagai langkah regenerasi agar olahraga tradisional terus dikenal generasi muda,” tutupnya.

Melalui festival tersebut, Dispora Kukar berharap olahraga tradisional semakin dikenal sekaligus memperkuat Erau sebagai salah satu agenda budaya unggulan dalam Kharisma Event Nusantara.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button