
Editorialkaltim.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, termasuk pentingnya keterampilan memberikan pertolongan pertama dalam situasi darurat.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menekankan pentingnya pengetahuan tentang pertolongan darurat agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi yang mengancam keselamatan jiwa.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-76 IDI sekaligus Hari Dokter Indonesia 2026 di Klinik Universitas Mulawarman, Jalan Krayan, Gunung Kelua, Samarinda, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan jalan santai (fun walk) sebagai bagian dari upaya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
Dalam kesempatan itu, Saefuddin menyampaikan apresiasi kepada para dokter atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, profesi dokter memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan jiwa sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Perjalanan IDI hingga usia ke-76 tahun menunjukkan besarnya peran dokter dalam kehidupan masyarakat,” ujar Saefuddin.
Ia berharap para dokter terus mempertahankan semangat pengabdian dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Selain menyoroti peran tenaga medis, Saefuddin memberikan perhatian khusus terhadap pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan tersebut.
Ia menilai, keterampilan memberikan pertolongan awal sangat penting dimiliki masyarakat. Pengetahuan tersebut dapat membantu seseorang mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi keadaan darurat sebelum tenaga medis tiba.
“Edukasi pertolongan darurat merupakan bekal penting,” katanya.
Saefuddin menjelaskan, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang benar mengenai langkah-langkah pertolongan pertama. Dengan demikian, warga diharapkan mampu merespons situasi darurat secara tenang dan sesuai dengan keterampilan yang telah dipelajari.
Ia juga mendorong agar edukasi BHD semakin diperluas sehingga pengetahuan mengenai tindakan penyelamatan awal tidak hanya dimiliki tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat umum.
“Pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar perlu semakin dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Saefuddin mengapresiasi penyelenggaraan peringatan HUT IDI yang memadukan edukasi kesehatan, olahraga, dan kegiatan sosial.
Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara tenaga medis dan warga.
Ia berharap momentum Hari Dokter Indonesia dapat memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat.(adv)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



