KaltimSamarinda

Stok Pangan Samarinda Aman, Harga Cabai Tetap Bergejolak akibat Gagal Panen

Harga cabai di pasar yang terus melambung tinggi (Foto: Editorialkaltim/doc)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan ketersediaan bahan pangan masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, harga sejumlah komoditas, terutama cabai, masih mengalami kenaikan akibat gangguan produksi di beberapa daerah pemasok.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Nadya Turisna, mengatakan kondisi stok bahan pokok tetap terkendali berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah.

Pemantauan tersebut dilakukan melalui sejumlah sumber data, termasuk neraca pangan Dinas Ketahanan Pangan serta laporan ketersediaan barang di tingkat distributor yang dihimpun Dinas Perdagangan (Disdag).

Menurutnya, data dari kedua instansi tersebut menjadi acuan pemerintah dalam melihat kondisi pasokan bahan pokok dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan stok di pasaran.

Baca  Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Ajak Warga Kota Tepian Jaga Pola Hidup dan Kebersihan Lingkungan

“Kalau pangan, stoknya kita aman,” ungkap Nadya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (24/10/2026).

Nadya menjelaskan, ketersediaan barang dan pergerakan harga merupakan dua hal berbeda. Pasokan yang mencukupi tidak selalu menjamin seluruh komoditas dijual dengan harga stabil karena terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi pembentukan harga di pasar.

Salah satu komoditas yang mengalami gejolak harga ialah cabai. Kenaikan tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat Samarinda, tetapi juga terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, kondisi ini berkaitan dengan terganggunya produksi cabai di sejumlah daerah. Ketika hasil panen menurun, jumlah barang yang tersedia untuk didistribusikan turut terpengaruh sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga.

Baca  Samri Berikan Masukan RPJPD Agar Sesuai Keinginan Masyarakat 

“Kalau kayak cabai ya, itu naik, naik semua tuh, se-Indonesia Raya lagi naik,” ucapnya.

Nadya menyebut gagal panen di beberapa wilayah menjadi salah satu penyebab terganggunya pasokan cabai. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap pergerakan harga, terutama bagi daerah yang membutuhkan pasokan dari luar wilayah.

Selain persoalan hasil panen, tanaman cabai juga memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi terhadap perubahan cuaca. Kondisi musim kering dapat meningkatkan risiko serangan hama dan menyebabkan tanaman mengalami gangguan pertumbuhan.

Menurutnya, serangan ulat serta tanaman yang mudah layu menjadi tantangan bagi petani dalam menjaga produktivitas cabai. Jika kondisi tersebut terjadi secara luas, hasil panen berpotensi menurun dan memengaruhi pasokan ke pasar.

Baca  Sinergitas Pembangunan Masa Depan Dibahas dalam Musrenbang RPJPD dan RKPD Kaltim 2025-2045

“Apalagi kalau musim kering begini, gampang ulat, gampang layu,” tandasnya.

Meski harga cabai masih berfluktuasi, Pemkot Samarinda memastikan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pangan terus dilakukan melalui koordinasi antarinstansi terkait.

Pemantauan stok dan perkembangan harga diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui perubahan kondisi pasar serta menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pasokan bahan pokok. (ADV)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button