KaltimPenajam Paser Utara

Calon Pengajar Bahasa Paser di PPU Terkendala Kualifikasi Pendidikan

Kepala Disdikpora Kabupaten PPU, Durajat (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Keterbatasan tenaga pengajar menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan muatan lokal bahasa Paser di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sejumlah calon pengajar yang menguasai bahasa daerah tersebut belum memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan persyaratan tenaga pendidik.

Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU dalam memenuhi kebutuhan guru bahasa Paser di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, mengatakan pembelajaran muatan lokal bahasa Paser selama ini masih memanfaatkan tenaga pendidik yang tersedia di masing-masing sekolah, termasuk guru kelas yang memiliki kemampuan berbahasa Paser.

Baca  Pemkab Kukar Laporkan Pencapaian Kinerja 2024 Tembus Target hingga 88%

Namun, tidak semua guru yang mendapat tugas mengampu mata pelajaran tersebut menguasai bahasa Paser dengan baik. Kondisi ini menjadi tantangan dalam memastikan pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

“Guru yang ditugaskan mengajar muatan lokal bahasa Paser tidak semuanya memiliki kemampuan berbahasa Paser,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (22/10/2026).

Durajat menjelaskan, upaya memenuhi kebutuhan pengajar tidak hanya mempertimbangkan kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Paser, tetapi juga harus memperhatikan latar belakang pendidikan dan kualifikasi yang dipersyaratkan.

Menurutnya, terdapat masyarakat yang memiliki kemampuan berbahasa Paser dan berpotensi membantu proses pembelajaran. Namun, sebagian di antaranya belum memenuhi kualifikasi pendidikan untuk menjadi tenaga pengajar di sekolah.

Baca  Ketua DPRD Bontang Sebut Penguatan PAD Jadi Kunci Kurangi Ketergantungan pada Dana Pusat

Sementara itu, muatan lokal bahasa Paser telah diterapkan Disdikpora PPU sejak 2020. Program tersebut bertujuan memperkenalkan bahasa daerah kepada peserta didik sekaligus menjaga kelestariannya di tengah perkembangan zaman.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Disdikpora PPU berencana meningkatkan kemampuan guru melalui program pelatihan bahasa Paser. Langkah ini diharapkan dapat membantu tenaga pendidik memahami materi sekaligus meningkatkan kualitas penyampaian pembelajaran kepada siswa.

“Kami berencana memprogramkan pelatihan bahasa Paser bagi tenaga guru agar pengajaran muatan lokal ini berjalan optimal,” lanjutnya.

Selain persoalan tenaga pengajar, Disdikpora PPU juga menaruh perhatian terhadap kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan bahasa Paser. Berdasarkan hasil evaluasi, penguasaan bahasa daerah di kalangan peserta didik masih memerlukan peningkatan.

Baca  Hadapi Pemangkasan Dana Pusat, Pemkab PPU Bahas Strategi Pembangunan Alternatif

Karena itu, peningkatan kompetensi guru dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat pelaksanaan muatan lokal bahasa Paser di sekolah.

Disdikpora PPU berharap upaya tersebut dapat membuat pembelajaran lebih efektif sekaligus menumbuhkan minat generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan menggunakan bahasa Paser dalam kehidupan sehari-hari. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button