KaltimKukar

Beluluh Sultan Kutai Jadi Momentum DPRD Kukar Perkuat Pelestarian Budaya

Ritual Beluluh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

Editorialkaltim.com – Ritual Beluluh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya lokal di Kutai Kartanegara (Kukar). Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menegaskan dukungan legislatif untuk menjaga tradisi leluhur agar terus diwariskan lintas generasi.

Ahmad Yani menghadiri prosesi Beluluh di Kedaton Kutai Kartanegara, Tenggarong, Kamis (17/9/2026). Ritual berlangsung khidmat sebagai salah satu tahapan penting dalam rangkaian Pesta Adat Erau 2026.

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Adji Muhammad Arifin mengikuti langsung prosesi bersama kerabat Kesultanan dan tokoh masyarakat adat. Bupati Kukar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga hadir.

Baca  Perempuan Jadi Motor Ekonomi Lokal, Sri Puji Dorong Pemberdayaan

Beluluh merupakan tradisi yang memiliki nilai spiritual bagi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Ritual tersebut menjadi sarana memanjatkan doa keselamatan, keberkahan, serta penyucian diri bagi Sultan.

Ahmad Yani menilai tradisi tersebut memiliki nilai luhur yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Beluluh dinilai bukan sekadar prosesi rutin dalam agenda Erau.

“Beluluh bukan sekadar prosesi adat tahunan, tetapi sarana spiritual memohon keselamatan, keberkahan, kedamaian, serta kemakmuran bagi Sultan dan masyarakat Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Baca  Fraksi PAN Kukar Sampaikan Pandangan Umum terhadap Nota Keuangan Rancangan Perda APBD 2025

Yani mengatakan kebudayaan lokal menjadi bagian penting dari identitas daerah. Karena itu, warisan leluhur perlu terus dijaga agar tetap dikenal sekaligus dipahami generasi muda.

DPRD Kukar, lanjutnya, memiliki komitmen mendukung pemajuan kebudayaan melalui kebijakan daerah serta dukungan anggaran sesuai ketentuan. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat berbagai upaya menjaga tradisi lokal.

“DPRD Kukar terus mendukung pelestarian kebudayaan karena kearifan lokal merupakan identitas sekaligus benteng moral yang harus diwariskan kepada generasi penerus kita,” katanya.

Prosesi Beluluh dipimpin dewa dan belian selaku petugas adat. Sejumlah tahapan ritual dilaksanakan di atas balai bambu kuning yang dihiasi janur.

Baca  10 Peneliti Terbaik di Kaltim 2025 Versi SINTA Kemendiktisaintek

Pejabat daerah, kerabat Kesultanan, serta tokoh masyarakat mengikuti rangkaian tersebut secara tertib. Kehadiran berbagai unsur tersebut sekaligus memperlihatkan dukungan terhadap keberlangsungan tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Yani berharap kekayaan budaya Kukar terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Pelestarian tradisi juga dinilai penting untuk memperkuat jati diri daerah sekaligus mengenalkan warisan budaya Kutai kepada generasi berikutnya.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button