KaltimSamarindaZona Kampus

KAMMI Turun ke Jalan, Soroti Krisis Energi dan Karhutla di Kaltim

Suasana Aksi aksi KAMMI yang menyuarakan “Kaltim Krisis Energi dan Ekologis” di Simpang Empat Flyover Juanda, Samarinda (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Daerah (PD), dan Komisariat Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar aksi bertajuk “Kaltim Krisis Energi dan Ekologis” di Simpang Empat Flyover Juanda, Samarinda, Kamis (17/9/2026).

Aksi tersebut menjadi wadah mahasiswa menyuarakan aspirasi terkait sejumlah persoalan yang dinilai memprihatinkan di Kaltim.

Koordinator aksi, Muhammad Raffi, menyebut terdapat tiga tuntutan utama yang disuarakan. Pertama, KAMMI menuntut pemerintah menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik bagi masyarakat secara merata dan berkeadilan.

Baca  Ketua RT dan Kader Posyandu di Berau Dapat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

“Termasuk menjamin keandalan pasokan listrik serta ketersediaan BBM di seluruh wilayah Kaltim,” ujarnya.

Kedua, KAMMI mendorong Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bersama pemerintah daerah berinovasi dalam penyediaan air bersih. Menurut Raffi, pemerintah perlu mengembangkan sejumlah alternatif penyediaan air, salah satunya melalui desalinasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi daerah.

“Kami juga menuntut agar ketersediaan air bersih bagi masyarakat benar-benar dipastikan,” katanya.

Tuntutan ketiga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). KAMMI meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Pemerintah juga diminta memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla di berbagai wilayah Kaltim.

Baca  Romy Wijayanto Resmi Jadi Dirut Bankaltimtara, Dipilih Aklamasi di RUPS

Aksi tersebut turut dirangkai dengan penggalangan dukungan bagi masyarakat dan relawan yang menangani karhutla di lapangan.

“Kami melakukan aksi pencerdasan dan juga open donasi untuk relawan Karhutla,” jelasnya.

Raffi berharap aksi tersebut menjadi momentum edukasi bagi masyarakat mengenai potensi sumber daya alam Kaltim. Menurutnya, Kaltim memiliki sumber daya alam melimpah, tetapi diperlukan keseriusan para pemangku kebijakan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi.

Baca  DPRD Kaltim Setuju Perubahan Kamus Usulan Pokir RKPD 2025

“Harapannya kegiatan ini dapat memberi edukasi sekaligus pencerdasan bahwa daerah kita tidak kekurangan sumber daya alam. Tetapi mengapa hari ini kita mengalami banyak krisis di mana-mana,” tuturnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button