
Editorialkaltim.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menggelar Workshop Kemandirian Ekonomi Pemuda bertema “Kemandirian Finansial Organisasi dalam Mengelola Potensi Pemuda Menjadi Kekuatan Ekonomi Daerah” di Aula Dispora Kaltim, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari organisasi kepemudaan (OKP) di Kalimantan Timur.
Narasumber dalam kegiatan tersebut berasal dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Sri Wartini, mengatakan kegiatan serupa telah beberapa kali dilaksanakan. Semula, workshop direncanakan berlangsung di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim.
Namun, efisiensi anggaran membuat pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Samarinda. Meski demikian, kegiatan tersebut tetap menjangkau keterwakilan pemuda dari berbagai daerah.
“Kalau kita melaksanakan kegiatan di kampus, keterwakilan pemuda di setiap daerah sudah terpenuhi,” ujarnya.
Sri menjelaskan, pemuda memiliki posisi penting sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan mampu melihat berbagai peluang ekonomi dan tidak menjadikan profesi PNS atau ASN sebagai satu-satunya tujuan.
“Pemuda ini nantinya jadi agen perubahan. Jangan hanya terfokus PNS. Bisa berusaha di bidang lain, kemandirian ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, Dispora Kaltim memiliki kewajiban melakukan penyadaran, pengembangan, dan pemberdayaan pemuda. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus membuka peluang bagi pemuda untuk mengembangkan usaha.
“Kami berharap adik-adik mengikuti dengan baik. Kita sudah hadirkan Disperindagkop, HIPMI, supaya kalau berbuat tidak hanya menjadi pegawai negeri,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari amanah undang-undang sekaligus program turunan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Menurutnya, kegiatan itu tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial.
“Pada prinsipnya Dispora dalam kegiatan ini adalah amanah undang-undang dan program turunan dari kementerian. Kegiatan seperti ini bukan seremonial, tapi betul-betul niat pemuda Kaltim mendorong kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Rasman menjelaskan, workshop semula direncanakan digelar di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Namun, efisiensi anggaran membuat seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Samarinda.
Salah satu pertimbangannya, sekitar 85 persen OKP pelajar berada di Samarinda. Selain itu, organisasi kepemudaan yang diundang dinilai telah merepresentasikan pemuda dari 10 kabupaten/kota di Kaltim.
Menurutnya, pemuda saat ini memiliki peluang luas untuk membangun usaha. Perkembangan teknologi dan akses informasi membuat berbagai jenis usaha semakin mudah dikembangkan jika disertai kreativitas dan kemauan untuk memulai.
“Yang dibutuhkan pemuda adalah memiliki usaha yang kreatif. Sekarang mudah, mau bisnis apa ada,” katanya.
Ia berpesan agar pemuda tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan maupun kegagalan dalam membangun usaha. Kondisi sulit tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan semangat.
“Musibah jangan dijadikan alat menurunkan semangat. Jangan pernah ragu dengan niat, tapi harus ada action,” tegasnya.
Rasman berharap program tersebut tidak sekadar menghabiskan anggaran daerah, tetapi memberikan dampak nyata bagi pemuda dan perekonomian Kaltim.
“Program yang kita laksanakan ini tidak hanya menghabiskan APBD, namun menghasilkan. Peserta bisa aktif dan mengaktualisasikan di Kaltim,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



