
Editorialkaltim.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, menyoroti minimnya kehadiran sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) dalam kegiatan yang digelar Dispora Kaltim. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Workshop Kemandirian Ekonomi Pemuda bertema “Kemandirian Finansial Organisasi dalam Mengelola Potensi Pemuda Menjadi Kekuatan Ekonomi Daerah” di Aula Dispora Kaltim, Kamis (17/9/2026).
Rasman menilai keterlibatan OKP dalam berbagai kegiatan kepemudaan semestinya berjalan dua arah. Organisasi kepemudaan diharapkan aktif mengikuti kegiatan, bukan hanya hadir ketika membutuhkan dukungan atau bantuan pemerintah.
“Di sisi lain kita untuk kegiatan tidak datang, tapi di sisi lain kita disasar saat mereka butuh bantuan. Seharusnya kita saling memberikan support. Kami memberikan kegiatan kepemudaan, harusnya pemuda terlibat dalam kegiatan tersebut,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah alasan kerap disampaikan OKP yang tidak menghadiri kegiatan. Salah satunya anggapan kegiatan yang digelar hanya menghadirkan peserta atau materi yang sama.
Menurutnya, pola pikir tersebut justru dapat menghambat pengembangan kapasitas pemuda. Ia berkaca pada pengalamannya ketika masih aktif mengikuti berbagai kegiatan dan seminar.
“Ada yang mengatakan, ‘paling itu-itu saja’ bagi yang tidak mau hadir seperti itu memang. 15 tahun lalu saya selalu hadir acara seminar, bahkan berbayar. Dan hari ini saya rasakan manfaatnya dengan sering mengikuti kegiatan seminar seperti ini,” katanya.
Rasman menegaskan, kehadiran dalam kegiatan kepemudaan bukan sekadar memenuhi undangan. Forum seperti workshop dapat menjadi ruang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, hingga menemukan peluang pengembangan organisasi.
Ia menjelaskan, workshop maupun kegiatan lain yang digelar Dispora merupakan amanah undang-undang sekaligus program turunan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap kemandirian ekonomi pemuda dan organisasi kepemudaan di Kaltim.
“Pada prinsipnya Dispora dalam kegiatan ini adalah amanah undang-undang dan program turunan dari kementerian. Kegiatan seperti ini bukan seremonial, tapi betul-betul niat pemuda Kaltim mendorong kemandirian ekonomi,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



