
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menerapkan pendekatan berbeda dalam penataan tiga kawasan strategis, yakni Masjid Al-Wahab di Jalan Jelawat, ruang terbuka hijau (RTH) di ruas Jalan Tarmidzi–Jalan Abdul Mutholib, serta Gelanggang Olahraga (GOR) Segiri di Jalan Kesuma Bangsa.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, proses perencanaan penataan Masjid Al-Wahab diminta untuk dilanjutkan dan segera diselesaikan.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya memperhatikan setiap detail agar hasil perencanaan benar-benar matang dan sesuai dengan kebutuhan.
“Prinsipnya kita lanjutkan dan finalisasi. Namun, seluruh aspek tetap harus diperhatikan dengan baik agar hasilnya optimal,” ungkap Andi Harun kepada awak media, Selasa (27/10/2026).
Sementara itu, terkait penataan RTH di ruas Jalan Tarmidzi–Jalan Abdul Mutholib, Andi Harun menyoroti peluang kerja sama dengan perusahaan untuk mendukung penataan kawasan sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran pemerintah.
Menurutnya, potensi di setiap titik perlu diidentifikasi dan dikaji secara cermat. Langkah tersebut bertujuan agar penataan kawasan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat membuka ruang partisipasi berbagai pihak dalam pembangunan kota, dengan tetap memperhatikan perencanaan yang matang, fungsi kawasan serta keberlanjutan pemeliharaannya,” tegas Andi Harun.
Adapun pembahasan lanjutan mengenai penataan kawasan GOR Segiri difokuskan pada upaya menciptakan ruang publik yang lebih tertata dan nyaman.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan sejumlah titik untuk penanaman pohon peneduh. Upaya tersebut diharapkan dapat membuat kawasan GOR Segiri semakin asri dan nyaman bagi masyarakat yang berolahraga maupun melakukan aktivitas lainnya.
Selain penghijauan, Andi Harun menyebutkan bahwa penataan ulang lokasi usaha penyewa (tenant) juga menjadi bagian dari pembahasan.
“Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kawasan yang lebih teratur, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta menjaga kenyamanan pengunjung,” jelas Andi Harun.
Andi Harun menambahkan, Pemkot Samarinda berupaya memastikan setiap rencana pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga mempertimbangkan fungsi ruang, kenyamanan, estetika, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan perencanaan teknis dengan kebutuhan di lapangan sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan memberikan nilai tambah bagi kualitas ruang publik di Kota Samarinda,” pungkasnya. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



