
Editorialkaltim.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berisiko merusak lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan warga apabila api menjalar hingga mendekati permukiman.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Kelurahan Sempaja Barat, Kota Samarinda, melaksanakan patroli karhutla sekaligus memantau lahan yang berpotensi terbakar di sekitar permukiman warga.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan dini untuk mengidentifikasi potensi bahaya, terutama di kawasan dengan lahan yang rentan terbakar dan berada dekat dengan rumah warga.
Pemantauan secara berkala diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan tanda-tanda kebakaran.
Lurah Sempaja Barat Fahmy Fakhrozy menegaskan, upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum munculnya titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih besar.
Menurutnya, pengawasan lingkungan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko karhutla sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.
“Patroli dan pemantauan lahan ini merupakan langkah antisipasi agar potensi kebakaran dapat diketahui sejak dini. Kami ingin memastikan lingkungan sekitar permukiman tetap terpantau sehingga risiko yang dapat membahayakan warga bisa diminimalkan,” ungkap Fahmy saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (27/10/2026).
Fahmy menjelaskan, keberadaan lahan yang mudah terbakar di sekitar permukiman membutuhkan perhatian bersama. Kondisi vegetasi kering, cuaca panas, serta aktivitas manusia yang berpotensi memicu api dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.
Warga juga diharapkan lebih berhati-hati saat beraktivitas di area terbuka, termasuk memastikan api yang digunakan untuk keperluan tertentu benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Hal-hal yang terlihat sederhana bisa memicu kebakaran apabila tidak diawasi, terlebih jika berada dekat dengan lahan yang mudah terbakar,” ucap Fahmy.
Selain patroli, kewaspadaan masyarakat dinilai berperan penting dalam mendukung upaya pencegahan karhutla.
Warga yang menemukan asap, titik api, atau kondisi lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kelurahan maupun petugas terkait agar dapat ditindaklanjuti.
Fahmy berharap, patroli dan pemantauan lingkungan dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan tempat tinggal.
“Pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat. Kami berharap warga ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran,” tutup Fahmy. (ADV)



