Tenda UMKM di Teras Samarinda Dibongkar, DPRD Panggil Asisten II Pemkot

Editorialkaltim.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda segera memanggil Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy terkait penghentian aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Teras Samarinda.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi mengatakan, pemanggilan tersebut bertujuan memperjelas akar persoalan antara pengelola Teras Samarinda dan para pelaku UMKM yang tergabung dalam Persatuan UMKM Berdaya (PUMKMB).
“Kita sudah tahu akar permasalahannya di mana, tapi tidak akan bisa ketemu jalan tengahnya kalau tidak ada decision maker di situ,” ujarnya seusai rapat dengar pendapat (RDP) bersama perwakilan PUMKMB, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, dan Perumda Varia Niaga selaku pengelola Teras Samarinda di Kantor DPRD Samarinda, Selasa (27/10/2026).
Iswandi menjelaskan, persoalan tersebut bermula dari pembongkaran tenda yang digunakan para pelaku UMKM untuk berjualan di Teras Samarinda pada 26 September 2026.
Menurutnya, pembongkaran tersebut diduga dilakukan atas perintah Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda sehingga memicu penolakan dari para pedagang.
Di sisi lain, para pelaku UMKM mengaku telah menyewa tenda melalui pihak penyelenggara acara atau event organizer (EO). Sementara itu, EO tersebut disebut telah menjalin kontrak dengan Perumda Varia Niaga selaku pengelola Teras Samarinda.
“Makanya kita besok pagi akan dilanjut dengan yang hadir. Kita minta Asisten II hadir, Direktur Utama Varia Niaga hadir, EO-nya, perwakilan pedagang, dan Komisi II bagian kerja sama ekonomi Pemkot serta Dinas UMKM dan Koperasi. Jadi belum ada keputusan,” ungkapnya.
Iswandi menegaskan, DPRD Samarinda akan mengawal persoalan tersebut hingga ditemukan penyelesaian yang dapat diterima seluruh pihak.
Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM dengan tetap memperhatikan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
“Kita lihat selama ini berapa kali event di Teras Samarinda, itu ada orang jualan. Nah, kenapa kemarin dibubarkan? Ini kan masalah. Ada apa? Makanya kita harus cari tahu langsung ke pengelola dan pemerintah kota,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



