KaltimSamarinda

Samarinda Catat 9.970 Kasus ISPA hingga 23 Oktober 2026

Kepala Dinas Kesehatan Samarinda Ismed Kusasih (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat 9.970 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode 1–23 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.561 kasus ditemukan pada kelompok usia produktif, yakni 20–45 tahun.

Kepala Dinies Samarinda, Ismed Kusasih mengatakan, tingginya jumlah kasus ISPA pada kelompok usia tersebut dipengaruhi komposisi penduduk yang didominasi usia produktif. Selain itu, aktivitas di luar ruangan membuat kelompok ini lebih rentan terpapar kondisi lingkungan.

Baca  Kebangkitan Nasional di Kaltim Dimulai dari Pendidikan

“Angka tersebut memang dipengaruhi jumlah penduduk yang didominasi usia produktif. Kemudian, usia produktif itu yang paling besar memang mereka paling banyak beraktivitas di luar,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

Ismed menjelaskan, risiko paparan yang dapat memicu ISPA berkaitan erat dengan aktivitas masyarakat di luar ruangan. Kelompok pekerja dan pelajar menjadi salah satu kelompok yang perlu mewaspadai kondisi lingkungan, terutama ketika kualitas udara memburuk.

Baca  Bupati Kukar Dorong Pengembangan Sawah 100 Hektare di Desa Mulawarman

“Jadi memang banyak dari sisi pekerjaan, kemudian banyak pelajar yang berkontak langsung dengan kondisi cuaca di luar,” tuturnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ismed menyarankan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi paparan polusi udara dan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski demikian, Ismed menilai kondisi kualitas udara di Samarinda belum separah sejumlah daerah lain. Ia menyebut Kalimantan Timur masih relatif aman dibandingkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang saat ini menjadi prioritas penanganan pemerintah pusat terkait dampak karhutla.

Baca  Dinkes Berau Gelar Pengukuran Kebugaran Tahap II untuk Jamaah Haji 2025

Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap maupun polusi udara untuk menekan risiko gangguan pernapasan. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button