
Editorialkaltim.com – Gerbangtara bersama Enable Project ESG Climate Action menggelar aksi penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kelurahan Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kolaborasi penanaman 2.000 pohon yang menyasar sejumlah daerah di Kalimantan Timur. Dalam pelaksanaannya, Gerbangtara dan Enable Project menggandeng World Cleanup Day Kalimantan Timur sebagai mitra lokal yang selama ini aktif mengampanyekan isu lingkungan.
Kelurahan Budaya Pampang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki nilai strategis dalam memadukan aspek pelestarian lingkungan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Kawasan yang dikenal sebagai pusat budaya Dayak Kenyah itu diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan ruang hijau berbasis kearifan lokal sekaligus mendukung sektor ekowisata.
Sebanyak 105 peserta dari 42 instansi, komunitas, organisasi, akademisi, media, panitia, dan masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Salah seorang panitia penyelenggara, Fatur, mengatakan aksi penanaman pohon ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan.
“Kegiatan ini melibatkan relawan dari berbagai segmen, ini merupakan jalinan komunikasi yang telah dijaga sejak tahun 2018 World Cleanup Day Kalimantan Timur terbentuk. Semakin banyak generasi muda yang peduli dan menyuarakan kepedulian terhadap lingkungannya,” ujarnya.
Menurut Fatur, gerakan tersebut tidak akan berhenti di Desa Budaya Pampang. Program serupa diharapkan dapat menjangkau wilayah lain sehingga manfaatnya semakin luas bagi Kalimantan Timur.
Kegiatan itu juga dihadiri Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala. Dalam kesempatan tersebut, Tiar turut melakukan penanaman pohon secara simbolis sebagai tanda dimulainya program penanaman 2.000 pohon di Kalimantan Timur.
Sementara itu, Ketua Konsorsium Gerbangtara (Gerakan Bangun Nusantara), Aie Natasha, menjelaskan program ESG Climate Action merupakan komitmen selama satu tahun yang akan dilaksanakan di lima daerah, yakni Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Balikpapan, dan Samarinda.
Di setiap lokasi, pihaknya menggandeng komunitas setempat untuk memastikan proses penanaman hingga perawatan pohon berjalan berkelanjutan. Program tersebut juga dilengkapi dengan mekanisme pemantauan dan pelaporan setiap tiga bulan.
“Kami akan melaporkan perkembangan tanaman setiap kuartal dan di akhir program akan ada laporan dampak yang tidak hanya mengukur pertumbuhan pohon, tetapi juga dampak sosial serta ekonomi bagi masyarakat,” jelas Aie.
Khusus di Samarinda, sebanyak 100 pohon ditanam pada tahap awal di Desa Budaya Pampang. Jenis tanaman yang dipilih merupakan tanaman produktif, seperti rambutan, rambai, jambu, dan petai.
Aie menambahkan jumlah pohon yang ditanam akan terus bertambah seiring pelaksanaan program di berbagai lokasi yang telah ditetapkan selama satu tahun mendatang. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



