Rapimwil KAMMI Kaltimtara: Mahasiswa Harus Jadi Mitra Kritis dan Kontrol Sosial Pemda

Samarinda – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) 2026 di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kaltim, Samarinda, Sabtu (25/7/2026). Mengusung tema “Mengokohkan Kepemimpinan Menuju Generasi Emas Indonesia 2045”, agenda ini dihadiri oleh Anggota DPD RI Dapil Kaltim, Aji Mirni Mawarni.
Ketua Pelaksana Rapimwil, Tharuna Qalis Mula, menjelaskan bahwa forum ini menjadi sarana strategis untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat tata kelola internal organisasi.
“Rapimwil ini menjadi agenda untuk mempertanggungjawabkan kerja-kerja organisasi, melakukan evaluasi, serta menyusun tata kelola dan rencana strategis organisasi ke depan,” ujar Tharuna saat ditemui di lokasi.
Bendahara KAMMI Kaltimtara, Efan Alfarizki, menegaskan forum Rapimwil dirancang untuk menghasilkan rekomendasi konkret, bukan sekadar rutinitas tahunan. Momentum ini dimanfaatkan untuk menyatukan visi seluruh kader dari tingkat bawah hingga pengurus pusat.
“Rapimwil bukan acara seremonial. Forum ini menghasilkan rekomendasi dan saran agar organisasi menjadi lebih baik ke depan. Apa yang harus dibenahi dari tingkat bawah hingga atas harus bisa dijalankan secara maksimal,” tegas Efan.
Ketua KAMMI Kaltimtara, Dedi Nur, menambahkan bahwa forum ini memuat representasi kader dari tujuh daerah, meliputi Pengurus Daerah Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, serta Kalimantan Utara (Tarakan).
Dedi menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal jalannya roda pemerintahan daerah di Kaltim dan Kaltara.
“Ini adalah kegiatan konsolidasi untuk menghasilkan ide-ide kepemimpinan di Kalimantan Timur. Pemerintahan gubernur sudah berjalan satu tahun dan tentu perlu dikawal. Peran mahasiswa adalah menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial,” jelas Dedi.
Ia menekankan bahwa gagasan yang lahir dalam Rapimwil harus ditindaklanjuti secara nyata melalui sinergi bersama pemerintah kota maupun kabupaten setempat.
“Momentum ini menyatukan ide, bukan hanya dituliskan tetapi juga diwujudkan. KAMMI harus mampu berkoordinasi dengan pemerintah kota maupun kabupaten agar kontribusinya nyata,” pungkasnya.
Selain merumuskan arah kebijakan dan gagasan pembangunan daerah, Rapimwil 2026 ini juga merancang agenda penguatan kaderisasi. Terdekat, Pengurus Daerah KAMMI Samarinda dijadwalkan menggelar Daurah Marhalah II (DM II) sebagai jenjang pembinaan kader tingkat lanjut.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



