NasionalZona Kampus

PKM-PM Universitas Borneo Tarakan Sulap Limbah Botol Plastik Jadi Paving Block

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Borneo Tarakan bersama Masyarakat kawasan pesisir Pantai Amal Tarakan (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Tumpukan botol plastik bekas pelampung budidaya rumput laut yang selama ini mencemari kawasan Pantai Amal RT 12, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, kini mulai diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), mahasiswa Universitas Borneo Tarakan mengubah limbah plastik tersebut menjadi bahan baku pembuatan paving block.

Inovasi ini diawali dengan kegiatan sosialisasi lingkungan dan coastal clean up yang melibatkan sekitar 100 warga di kawasan pesisir Pantai Amal, Senin (20/7/2026). Dalam kegiatan itu, peserta membersihkan pantai sekaligus mengumpulkan botol plastik bekas yang selama ini berserakan di sepanjang pesisir.

Baca  DPR Minta Satgas Barang Impor Ilegal Harus Sasar Pemain Besar Bukan UMKM

Tak berhenti pada aksi bersih pantai, tim PKM-PM juga memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai teknik pembuatan paving block berbahan limbah plastik. Pelatihan tersebut diharapkan mampu membekali warga dengan keterampilan mengelola sampah menjadi produk yang memiliki nilai jual sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Ketua Tim PKM-PM Universitas Borneo Tarakan, Rina Febriyanti, mengatakan tujuan utama program ini bukan sekadar membersihkan kawasan pantai, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah plastik.

Baca  Awal Ramadan Berbeda, Ketum Muhammadiyah Minta Umat Tak Saling Menyalahkan

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa limbah plastik memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai. Harapannya, inovasi ini dapat terus diterapkan sehingga mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rina, pemanfaatan limbah menjadi paving block diharapkan dapat menjadi solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, terutama di kawasan pesisir yang selama ini menghadapi persoalan penumpukan sampah plastik.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan dan berharap inovasi itu dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat pesisir.

Baca  Investasi IKN Tembus Rp72 Triliun, Ekosistem Kota Mulai Terbentuk

Melalui PKM-PM, Universitas Borneo Tarakan terus menghadirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Pengolahan botol plastik bekas menjadi paving block menjadi salah satu upaya nyata mengurangi limbah sekaligus menciptakan produk yang bernilai guna, sejalan dengan pembangunan berkelanjutan. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button