
Editorialkaltim.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni, mengusulkan pembentukan Kampung Inggris di Kaltim. Menurutnya, kawasan tersebut dapat dikembangkan di daerah wisata seperti Kabupaten Berau atau Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mendukung sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa asing masyarakat.
Usulan itu muncul karena Kaltim dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata. Bahkan sebelum kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), sejumlah kawasan wisata di Berau dan Kukar telah lebih dulu menjadi tujuan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.
Aji Mirni menilai keberadaan Kampung Inggris akan menjadi nilai tambah bagi daerah wisata. Warga setempat dapat dilatih menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari sehingga lebih siap melayani wisatawan asing.
“Saya sih berharap ke depan pemerintah-pemerintah di Kaltim ini membuat potensi, membuat daerah-daerah misalnya suatu desa. Kalau saya lihat potensi yang bagus untuk bahasa asing itu kayak Kutai atau di Berau ada satu desa yang dibina menjadi Kampung Inggris seperti yang ada di Jawa,” ujar Aji Mirni kepada wartawan Editorialkaltim.com, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, konsep tersebut juga akan membuka peluang bagi pelajar dan masyarakat Kaltim yang ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris tanpa harus pergi ke Pulau Jawa.
“Nanti jadi Kampung Inggris seperti contoh di Jawa. Jadi kalau anak-anak di Kaltim ingin melatih conversation-nya enggak usah jauh-jauh, bisa ke kampung itu,” katanya.
Aji Mirni mengusulkan Berau dan Kutai Kartanegara sebagai daerah percontohan. Selain dikenal memiliki destinasi wisata unggulan, kedua wilayah itu dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan lingkungan yang mendorong penggunaan bahasa Inggris secara aktif.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mengkaji gagasan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan begitu, kawasan wisata di Kaltim tidak hanya menarik dari sisi destinasi, tetapi juga memiliki masyarakat yang siap berinteraksi dengan wisatawan internasional.
“Jadi daerah wisata itu dilatih bahasa Inggris. Ke depan tidak hanya sebagai daerah wisata, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran bahasa asing,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



