KaltimKutim

Perbaikan Permanen Jembatan Lembak Dimulai 2027

Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Agusriansyah Ridwan (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Agusriansyah Ridwan menyebut perbaikan permanen Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), ditargetkan dimulai awal 2027. Saat ini, penanganan sementara jembatan tersebut tengah dilakukan.

Kepastian rencana perbaikan permanen diperoleh setelah rapat bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Pemerintah Kecamatan Bengalon, Pemkab Kutim, serta komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Nah, yang paling menggembirakan dan mudah-mudahan tidak ada hambatan awal Januari 2027 sudah dilakukan pekerjaan yang permanen jembatan,” ujarnya Jumat (18/9/2026).

Baca  Insentif Guru Swasta Kaltim Berkurang, Besaran Disesuaikan Masa Pengabdian

Sebelumnya, jembatan tersebut menjadi sorotan karena mengalami kerusakan parah akibat lalu lintas kendaraan berat. Masyarakat sekitar juga terdampak aktivitas kendaraan tersebut yang menyebabkan penurunan tanah di sekitar lokasi.

Saat ini, pihak terkait melakukan penanganan sementara dengan memasang pelat besi untuk memperkuat jembatan. Pekerjaan tersebut ditangani perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar lokasi.

“Sementara ini penanganan sementara dilakukan,” jelasnya.

Selain jembatan, penanganan jalan alternatif yang menghubungkan Sepaso Selatan dan Sepaso Timur turut dilakukan. Jalan alternatif tersebut menjadi perhatian menjelang musim hujan karena wilayah itu kerap dilanda banjir sehingga badan jalan perlu ditinggikan.

Baca  DPRD Samarinda Sambut Baik Program Gratispoln Pendidikan Gubernur Kaltim

Penanganan jalan alternatif juga mencakup penambahan gorong-gorong yang sekaligus berfungsi menahan beban kendaraan yang melintas.

“Sekarang ini on progressnya adalah memperbaiki jalan alternatif di wilayah Sepaso Selatan dan Sepaso Timur,” katanya.

Agusriansyah menjelaskan, pekerjaan permanen belum dapat dilaksanakan tahun ini karena anggaran dari pemerintah pusat belum tersedia.

“Nah, nanti setelah itu maka dilakukan penanganan perbaikan sementara sampai bulan Desember. Itu yang pertama karena permanennya untuk anggaran di 2026 belum ada dari pusat,” ungkapnya.

Baca  Sensus Ekonomi Mulai Digelar di PPU

Selain perbaikan jembatan dan jalan alternatif, pengawasan kendaraan yang melintas turut menjadi perhatian. Ia meminta kendaraan dengan tonase berlebih ditangani agar tidak memperparah kondisi jembatan sebelum perbaikan permanen dilaksanakan.

“Terus yang kedua ada penanganan terhadap kendaraan yang lewat, terutama yang tonasenya berlebih, untuk menjaga agar supaya tidak tambah turun,” katanya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button