KaltimKukar

Krisis Air Bersih di Anggana, Warga Antre hingga Harga Melonjak

Warga beralih mencari air dari sumber sumur di Desa Kutai Lama hingga memicu antrean pengambilan air (Foto: FB Ratna Wati)

Editorialkaltim.com – Gangguan pasokan air bersih di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai berdampak terhadap warga. Sejumlah warga beralih mencari air dari sumber sumur di Desa Kutai Lama hingga memicu antrean pengambilan air.

Di tengah meningkatnya kebutuhan, harga air bersih juga disebut mengalami kenaikan. Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, air berkapasitas sekitar 1.200 liter yang sebelumnya dijual Rp100 ribu per tandon kini mencapai Rp180 ribu.

Informasi mengenai antrean air turut muncul di media sosial. Salah satu akun Facebook, @ratna.wati, mengunggah kondisi antrean warga, Jumat (11/9/2026).

Baca  Raup Muin Dorong Perjuangan Hak Petani di Penajam Paser Utara

“Wajar mahal air, antreannya ngeri,” tulis akun tersebut.

Belum diketahui apakah kenaikan harga tersebut berlaku merata di seluruh wilayah Anggana atau hanya terjadi di titik tertentu. Belum ada pula keterangan resmi dari pemerintah maupun pihak terkait mengenai standar harga penjualan air bersih di tengah gangguan pasokan tersebut.

Sulitnya memperoleh air terjadi saat pelayanan Perumda Tirta Mahakam terdampak intrusi air laut ke aliran Sungai Mahakam. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan kadar garam pada sumber air baku sehingga operasional pengolahan harus disesuaikan.

Baca  DPRD Kaltim Tindak Lanjuti Keluhan Warga soal Kondisi Jembatan Mahulu

Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno sebelumnya menjelaskan, intake di Anggana dan Sangasanga tidak sepenuhnya dihentikan. Operasional masih dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas air baku dan kadar garam.

Kadar garam 250 ppm menjadi salah satu batas yang digunakan untuk menentukan pengoperasian intake. Jika berada di bawah angka tersebut, air baku masih dapat diolah. Namun, operasional harus dihentikan atau disesuaikan ketika kadar garam melampaui batas.

Perumda Tirta Mahakam melakukan pemeriksaan kadar garam setiap satu jam. Pemantauan diperlukan karena kadar garam di permukaan dan bagian dalam sungai dapat berbeda.

Baca  DPMPTSP Bontang Tegaskan Live Musik di Kafe Harus Kantongi Persetujuan Tambahan

Gangguan tersebut membuat sebagian warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini sekaligus menambah pengeluaran warga ketika harga air yang diperoleh dari sumber alternatif mengalami kenaikan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi mengenai kapan distribusi air bersih di Anggana kembali normal.(bdi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button