

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap berkomitmen melanjutkan rangkaian Kukar Kaya Festival pada 2027 meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran. Sejumlah agenda pariwisata, termasuk Festival Erau, dipastikan masuk dalam perencanaan kegiatan tahun depan.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan penyusunan kalender pariwisata 2027 saat ini tengah dilakukan melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar. Pemerintah daerah meminta agar seluruh agenda festival segera dirampungkan untuk selanjutnya dievaluasi dan disesuaikan dengan prioritas daerah.
“Kemarin kami sudah minta untuk menuntaskan agenda tahun 2027, kalender event kabupaten apa saja. Kami akan verifikasi kembali dan memastikan event-event Kukar Festival akan berjalan, terutama dalam program Kukar Idaman Terbaik,” ujar Rendi, Selasa (3/11/2026).
Rendi menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan festival. Menurutnya, penyelenggaraan acara pariwisata tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
“Efisiensi tidak boleh menjadi penghalang untuk dijalankannya Kukar Festival, karena ini juga sumber hiburan sekaligus penggerak ekonomi,” katanya.
Ia mencontohkan keberhasilan Pesta Laut Samboja 2026 yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tingginya partisipasi warga menjadi salah satu alasan pemerintah daerah ingin mempertahankan kegiatan serupa agar dapat menjangkau berbagai wilayah di Kukar.
Rendi berharap agenda festival dapat kembali digelar secara merata di 20 kecamatan sehingga masyarakat di setiap wilayah memiliki kesempatan menikmati kegiatan hiburan sekaligus memperoleh dampak ekonomi dari penyelenggaraannya.
“Antusiasmenya luar biasa. Masyarakat sangat haus hiburan. Ini harus terjadi lagi di Kutai Kartanegara, khususnya di Tenggarong,” tuturnya.
Selain memastikan keberlanjutan Kukar Kaya Festival, Pemkab Kukar juga menargetkan Festival Erau 2027 dapat diselenggarakan lebih meriah. Pemerintah daerah berupaya mempertahankan festival budaya tersebut agar kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program kurasi agenda pariwisata unggulan Kementerian Pariwisata RI.
Menurut Rendi, mempertahankan Erau dalam kalender pariwisata nasional membutuhkan persiapan dan pengemasan acara yang lebih matang. Sebab, proses seleksi untuk masuk dalam KEN memiliki persaingan tersendiri.
“Erau harus lebih meriah dan tetap masuk KEN. Masuk KEN itu susah,” pungkasnya. (dhn/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



