Fraksi Demokrat Minta Penanganan Kekeringan PPU Efektif dan Efisien

Editorialkaltim.com – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong penanganan persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih dilakukan secara efektif dan efisien. Hal ini menyusul kondisi pasokan air yang semakin mengkhawatirkan dan berpotensi menghadapi tekanan lebih besar pada musim kemarau mendatang.
Anggota Komisi I sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD PPU, Bijak Ilhamdani, menyebut kondisi yang dirasakan masyarakat saat ini menjadi perhatian serius. Terlebih, berdasarkan pemaparan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT), musim kemarau berikutnya diperkirakan berlangsung lebih panjang.
Ia menyampaikan hal tersebut saat mengikuti peninjauan Embung Lawe-Lawe bersama pemerintah daerah dan Perumda AMDT, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga delapan bulan membutuhkan langkah penanganan yang tidak sekadar cepat, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Kita mengharapkan dari Fraksi Partai Demokrat adanya penanganan yang efektif dan efisien. Itu yang paling utama,” ujarnya saat diwawancarai seusai peninjauan.
Bijak menilai pemerintah daerah bersama Perumda AMDT perlu terlebih dahulu mengkaji sejumlah alternatif penanganan yang memungkinkan untuk dilakukan.
Beberapa opsi penanganan sebenarnya telah disampaikan dalam pertemuan tersebut. Namun, setiap alternatif masih harus dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan, waktu pelaksanaan, serta kemampuan fiskal daerah.
Ia juga menilai persoalan air bersih tidak bisa ditangani secara parsial karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, keputusan yang diambil nantinya harus mempertimbangkan dampaknya terhadap pelayanan publik.
Fraksi Demokrat akan terlebih dahulu mencermati skema yang disusun pemerintah daerah bersama Perumda AMDT sebelum menentukan langkah dukungan lebih lanjut.
“Pada saat skema yang sudah disusun teman-teman pemerintah bersama PDAM ini sudah jelas, tentu ada diskusi untuk menentukan mana sebenarnya yang paling efektif terhadap penanganan kekeringan delapan bulan nanti,” pungkasnya. (ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



