DPRD PPU Bidik Industri Ikan, Pasokan Jadi Tantangan

Editorialkaltim.com – Peluang masuknya investasi industri pengolahan ikan di Penajam Paser Utara (PPU) dinilai cukup terbuka. Namun, daerah perlu lebih dulu memastikan produksi perikanan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku secara berkelanjutan.
Ketua Komisi II DPRD PPU Thohiron mengatakan, ketersediaan ikan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun industri pengolahan. Menurutnya, calon investor tentu akan mempertimbangkan kemampuan daerah menjaga pasokan sebelum menanamkan modal.
“Selama produksi kita itu bisa istiqomah, pabrik itu gampang. Investor pasti berebut,” kata Thohiron, Sabtu (29/8/2026).
Politisi Partai PKS ini menilai tantangan saat ini justru berada pada kestabilan sektor perikanan. Perubahan tingkat produksi maupun pendapatan masih menjadi persoalan yang perlu diselesaikan untuk memberikan kepastian bagi kegiatan industri.
Menurut Thohiron, industri pengolahan akan membutuhkan pasokan dalam jumlah yang relatif terjaga. Karena itu, kemampuan menghasilkan ikan secara konsisten menjadi lebih penting sebelum mendorong pembangunan pabrik.
“Yang jadi persoalan ini adalah konsistensi pendapatan di sektor perikanan itu yang masih naik-turun,” katanya.
Penguatan produksi, lanjut dia, dapat dilakukan melalui berbagai terobosan di sektor hulu. Pembibitan hingga penangkaran menjadi contoh kegiatan yang masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
Thohiron menilai organisasi perangkat daerah (OPD) perlu mengambil peran lebih aktif dalam menggali peluang tersebut. Terlebih, kemampuan fiskal pemerintah saat ini memiliki keterbatasan.
“Banyak hal yang bisa dilakukan sebenarnya,” tegasnya.
Di sisi lain, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dapat menjadi salah satu penunjang pengembangan ekosistem perikanan PPU.
Thohiron mengungkapkan, PPU sempat menghadapi kendala untuk memenuhi persyaratan program tersebut. Ketentuan awal membutuhkan ketersediaan lahan sekitar lima hektare, luasan yang menurutnya sulit dipenuhi daerah.
“Kalau lima hektare, daerah enggak ada yang mampu,” ungkapnya.
Peluang PPU mendapatkan program terbuka setelah ketentuan mengenai lahan mengalami penyesuaian. Thohiron mengatakan, perubahan persyaratan tersebut membuat daerah akhirnya mampu memenuhi ketentuan yang dibutuhkan.
Dua KNMP kemudian direncanakan dibangun di Kelurahan Nenang dan Kelurahan Tanjung Tengah dengan nilai pembangunan sekitar Rp14 miliar.(ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



