KaltimSamarinda

Pansus HIV/AIDS Kaltim Dorong Pemda Siapkan Anggaran Penanggulangan

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyebut pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dapat membuka ruang penganggaran penanggulangan HIV/AIDS melalui pemerintah daerah.

Menurut Darlis, selama ini sejumlah upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, khususnya edukasi kepada masyarakat, masih banyak didukung pendanaan dari luar negeri. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dukungan pendanaan internasional sewaktu-waktu dapat berkurang atau dihentikan.

Baca  Sekda Bontang Kukuhkan Pengurus PKBAB dan BIAS PKBAB Periode 2024-2029

“Karena ternyata selama ini kegiatan pencegahan penanggulangan HIV itu didanai oleh dana dari luar, yang disebut Global Funding, terutama dari Amerika. Ada tanda-tanda kemungkinan suatu saat funding-funding dari luar ini menarik diri atau mengurangi anggarannya,” ujar Darlis, Rabu (26/8/2026).

Untuk itu, ia menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipasi dengan mengalokasikan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penanganan HIV/AIDS, kata dia, tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi perlu melibatkan pemerintah kabupaten dan kota.

Baca  Abdul Rohim Harap Anggota DPRD Samarinda Baru Tetap Teguh pada Idealisme

“Makanya ini juga harus dikerjakan bersama. Pemerintah daerah bagaimana berkolaborasi melalui APBD, kabupaten/kota, provinsi untuk memikirkan antisipasi ketika global funding itu hilang,” katanya.

Darlis berharap pembahasan Raperda tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen penanggulangan HIV/AIDS dan IMS secara berkelanjutan melalui dukungan anggaran. Dengan demikian, program edukasi dan penanganan HIV/AIDS dapat tetap berjalan sepanjang tahun.

Baca  Kakek 79 Tahun Bunuh Perempuan di Palaran Samarinda, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati

“Kita harus antisipasi. Karena kalau agenda-agenda dari luar itu berhenti, jangan sampai program penanggulangan HIV/AIDS kita ikut berhenti,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button