
Editorialkaltim.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan dua alternatif pengendalian banjir dalam pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Salehuddin II di Samarinda. Kedua opsi tersebut berupa pembangunan kolam retensi atau polder baru dan pemanfaatan sistem kanal yang telah tersedia di kawasan rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengatakan kedua alternatif tersebut disiapkan untuk mengantisipasi potensi genangan dan banjir akibat perubahan kondisi lahan di sekitar lokasi pembangunan.
“Dari dua alternatif itu, silakan dipilih mana yang paling mungkin untuk dilakukan,” ujar Andi seusai pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di Balai Kota Samarinda, Senin (26/10/2026).
Menurut Andi, pemerintah perlu mempertimbangkan pilihan yang paling memungkinkan untuk diterapkan. Alternatif pertama ialah membangun kolam penampungan air baru di dekat kawasan rumah sakit, sedangkan pilihan kedua memanfaatkan sistem kanal yang telah tersedia.
Ia menjelaskan, kedua opsi tersebut merupakan bagian dari upaya menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi banjir yang dapat timbul akibat pembangunan rumah sakit.
Berkurangnya tutupan lahan dinilai berpotensi memengaruhi kemampuan tanah menyerap air sekaligus mengurangi area tangkapan air di sekitar lokasi pembangunan.
Karena itu, diperlukan sistem pengendalian air yang mampu menggantikan fungsi resapan dan tampungan air yang berkurang akibat pembangunan.
“Pada prinsipnya, kita sudah mencoba membuat rancangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir,” jelasnya.
Andi menegaskan, rancangan pengendalian banjir tersebut telah mempertimbangkan perubahan kondisi lahan. Pemerintah berupaya memastikan berkurangnya area resapan dan tangkapan air dapat diimbangi dengan mekanisme pengendalian yang sesuai.
Pembangunan kolam retensi atau pemanfaatan kanal diharapkan mampu membantu mengendalikan aliran air sehingga tidak menimbulkan genangan yang berdampak terhadap lingkungan sekitar.
Menurutnya, langkah antisipasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan RSUD Aji Muhammad Salehuddin II tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Andi berharap salah satu alternatif yang disiapkan dapat diterapkan secara efektif sehingga pembangunan rumah sakit dapat dilanjutkan tanpa meningkatkan risiko banjir di kawasan sekitarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sistem pengendalian air yang memadai agar keberadaan rumah sakit nantinya tidak menambah persoalan lingkungan bagi warga sekitar. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



