
Editorialkaltim.com – Aktivitas penggalian jalan dan pengangkutan kabel pada malam hari di sejumlah titik Kota Samarinda menjadi sorotan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia menduga kegiatan tersebut bukan pekerjaan resmi, melainkan aktivitas ilegal yang berpotensi berkaitan dengan pencurian kabel infrastruktur publik.
Dugaan itu mencuat setelah Andi Harun turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi infrastruktur yang dilaporkan mengalami kerusakan. Seusai tiba dari Jakarta setelah mengikuti rapat koordinasi TKPD, ia langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Dari hasil peninjauan tersebut, Andi Harun mengaku menemukan kondisi yang dinilainya sudah keterlaluan. Infrastruktur jalan yang telah dibangun serta kabel yang tertanam justru digali tanpa kejelasan kegiatan maupun koordinasi dengan pemerintah.
“Kalaupun ini ada kegiatan usaha atau apa pun, ya harus sepengetahuan, koordinasi dengan pemerintah. Karena ini merusak infrastruktur jalan kita,” ungkapnya kepada awak media, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, dugaan aktivitas tersebut perlu diusut karena tidak hanya berpotensi merusak badan jalan, tetapi juga mengancam keberlangsungan layanan penerangan jalan dan jaringan kabel optik.
Andi Harun menyebut sejumlah lokasi yang sebelumnya memiliki kabel tertanam, di antaranya kawasan Jembatan Achmad Amand, Jalan Pahlawan, Jalan Rifa’i, dan Jalan APT Pranoto. Namun, kabel di lokasi-lokasi tersebut diduga tetap menjadi sasaran penggalian.
Kecurigaan Pemerintah Kota Samarinda semakin menguat setelah Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) melaporkan temuan tersebut. Andi Harun juga memperlihatkan rekaman video yang menurut keterangannya menunjukkan aktivitas penarikan kabel menggunakan truk pada malam hari.
Dalam rekaman yang diperlihatkan kepada wartawan, terlihat sejumlah orang melakukan aktivitas pengangkutan kabel. Andi Harun menyoroti penggunaan rompi yang menyerupai pakaian petugas serta keberadaan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut kabel.
Ia mengatakan rekaman tersebut akan menjadi bahan untuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat, termasuk melalui pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV).
“Ini kan menarik kabel. Nanti kita akan buka juga CCTV. Ini ada truknya, tinggal dicari,” ujarnya.
Meski demikian, identitas orang-orang dalam rekaman, status pekerjaan mereka, serta tujuan pengangkutan kabel tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.
Andi Harun menduga kegiatan tersebut berpotensi disamarkan sebagai pekerjaan tertentu, termasuk pekerjaan utilitas. Namun, ia menegaskan pekerjaan resmi seharusnya memiliki izin dan dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah.
Ia juga menyebut para pekerja yang dipergoki warga diduga melarikan diri tanpa memberikan keterangan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
“Persoalan ini bukan semata kerusakan jalan. Jika kabel penerangan jalan dicuri atau dirusak, masyarakat berpotensi menghadapi dampak lanjutan berupa padamnya lampu di sejumlah kawasan,” tuturnya.
Sementara itu, kerusakan jaringan kabel optik juga dapat mengganggu infrastruktur telekomunikasi.
Ia mengingatkan, apabila kabel harus diganti, proses pemulihan tidak selalu dapat dilakukan seketika karena membutuhkan penanganan teknis dan anggaran.
“Kalau kabel listrik yang diambil, maka itu kemungkinan akan mempengaruhi, akan terjadi padamnya lampu dalam waktu yang cukup lama,” katanya.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menganggap aktivitas penggalian pada malam hari sebagai pekerjaan biasa, terutama jika pelaksananya tidak diketahui dan tidak ada informasi mengenai kegiatan tersebut.
Ia menegaskan penindakan terhadap dugaan pelanggaran hukum harus dilakukan aparat yang berwenang. Ia juga meminta jajaran kelurahan tidak mengambil tindakan di luar kewenangannya dan menyerahkan proses penegakan hukum kepada kepolisian.
Andi Harun mengaku telah berkomunikasi dengan Kapolresta Samarinda. Ia berharap penyelidikan segera mengungkap tujuan kegiatan, pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan ada atau tidaknya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Kita tunggu saja pihak kepolisian untuk mengungkap kejadian ini,” pungkasnya. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



