KaltimSamarinda

Pengamat Soroti Kesiapan Bisnis Kopdes Merah Putih di Samarinda

Salah satu Kopdes Merah Putih di Samarinda (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Samarinda menunjukkan perkembangan positif. Dari total 59 gerai yang ditargetkan, sebanyak 21 gerai telah selesai dibangun dan dinyatakan layak digunakan.

Namun, di tengah kemajuan pembangunan tersebut, pengamat ekonomi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo, menilai pelaksanaan program Kopdes Merah Putih belum berjalan sesuai harapan. Ia menyoroti kesiapan model bisnis, sistem pengelolaan, hingga dampak program terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

“Kopdes ini dibangun karena dapat wangsit. Dari awal pertama kajiannya belum siap seperti MBG,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (22/10/2026).

Baca  Sistem Baru Parkir Pasar Pagi, DPRD Samarinda Dukung Digitalisasi untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

Ia mengatakan bahwa sejak awal program tersebut belum didukung kajian yang utuh dan mendalam. Menurutnya, pembangunan fisik gedung semestinya diikuti dengan perencanaan usaha yang matang agar koperasi mampu beroperasi secara berkelanjutan.

Ia juga menilai pelaksanaan program strategis pemerintah tersebut cenderung lebih mengutamakan kuantitas pembangunan gedung dibandingkan kualitas pengelolaan. Menurutnya, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut perlu diimbangi dengan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

“Orang sudah jualan baru dibikin SDM, sistem, bisnisnya apa,” katanya.

Baca  Elektabilitas Maslinawati Tinggi di PSU Kukar, Berpotensi Dampingi Rendi Solihin

Selain kesiapan usaha, ia menyoroti mekanisme penempatan manajer koperasi. Menurutnya, pengelola Kopdes Merah Putih idealnya memahami karakteristik dan potensi ekonomi daerah tempat koperasi beroperasi.

Penempatan manajer tanpa mempertimbangkan pemahaman terhadap kondisi lokal berpotensi menimbulkan persoalan dalam pengelolaan koperasi. Padahal, salah satu tujuan program tersebut adalah mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Persoalan lain yang disoroti adalah ketimpangan antara manajer dan pengurus koperasi. Ia menyebutkan bahwa pengurus yang selama ini terlibat langsung dalam mengembangkan koperasi justru belum memperoleh imbalan yang sepadan. Sementara itu, manajer yang telah mengikuti pelatihan disebut memperoleh gaji.

Baca  Kaltim Perkuat Transformasi Ekonomi dengan Hilirisasi Industri

Meski demikian, ia berharap bangunan Kopdes Merah Putih yang telah selesai dibangun dapat segera difungsikan. Ia menekankan pentingnya memastikan investasi pemerintah tidak berakhir hanya sebagai bangunan tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai dibangun, anggaran habis, gedung itu tidak berfungsi,” imbuhnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button