BontangKaltim

Pemkot Bontang Bidik 75 Persen Tenaga Kerja Reaktivasi PT Badak NGL dari Warga Lokal

Rapat koordinasi rencana reaktivasi kilang dan kebutuhan tenaga kerja PT Badak NGL (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menargetkan 75 persen tenaga kerja dalam proyek reaktivasi kilang PT Badak NGL berasal dari warga lokal. Target tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar pengoperasian kembali kilang gas dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bontang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta perusahaan segera memetakan kebutuhan tenaga kerja, mulai dari jumlah pekerja, jenis keahlian, hingga posisi yang diperlukan selama proses reaktivasi kilang.

Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi antara Pemkot Bontang dan manajemen PT Badak NGL untuk membahas kesiapan tenaga kerja menjelang pengoperasian kembali kilang.

“Mereka butuh 300 orang per kilang. Ini kita kejar. Bisa tidak 75 persen warga Bontang,” ujar Neni, Senin (26/10/2026).

Baca  Gubernur Rudy Tegaskan Setiap Rupiah APBD Harus Bermanfaat untuk Masyarakat Kaltim

Menurut Neni, perusahaan belum memberikan keputusan akhir terkait jumlah dan komposisi tenaga kerja yang akan direkrut. Pemkot Bontang masih menunggu jawaban tertulis mengenai kebutuhan tersebut.

Ia menilai pemetaan sejak dini penting agar pemerintah dapat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan industri.

Neni juga menyoroti belum adanya koordinasi perusahaan dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang sejak rencana reaktivasi kilang mencuat.

Karena itu, pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menyelaraskan kebutuhan perusahaan dengan kesiapan tenaga kerja daerah.

Neni optimistis pengoperasian kembali kilang Badak LNG dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Bontang, terutama jika kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi warga yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

“Kalau ditambah PT Badak kembali eksis pasti pengangguran di Bontang akan berkurang,” katanya.

Baca  Penasaran Film “Merah Putih One For All”, Ananda Emira Tonton di Bioskop

Sementara itu, Senior Manager Supply Chain PT Badak NGL, Yuli Gunawan, menjelaskan reaktivasi kilang diperkirakan berlangsung pada 2028. Rencana tersebut berkaitan dengan pasokan gas dari Geng North-1 di Blok North Ganal yang dikembangkan Eni SpA.

Menurut Yuli, pasokan gas akan diterima secara bertahap. Pada tahap awal, perusahaan berencana mengaktifkan kembali satu unit pengolahan atau train untuk keperluan pengujian.

Selanjutnya, dua train lainnya direncanakan kembali beroperasi ketika pasokan gas telah mencapai kapasitas 100 persen.

Yuli memperkirakan setiap train membutuhkan sekitar 300 tenaga kerja. Adapun persiapan infrastruktur untuk mendukung proses reaktivasi dijadwalkan mulai dilakukan pada 2027.

Dari sisi kebutuhan pekerjaan, tenaga kerja diperkirakan didominasi posisi pengawas, operator, dan teknisi.

Baca  DPRD Bontang Soroti Kejelasan Lahan Polsek Bontang Barat dalam Penyusunan RTRW

Meski demikian, perusahaan belum dapat merinci jumlah pekerja untuk setiap jabatan, termasuk kebutuhan tenaga kerja organik, karena perencanaannya masih dalam tahap finalisasi.

“Kami masih finalisasi. Jawaban mengenai pertanyaan berapa pekerja organik akan kami jawab melalui surat,” kata Yuli.

Ia menambahkan, proses perekrutan tenaga kerja nantinya akan dilakukan secara terbuka dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Perusahaan juga berkomitmen menjalin koordinasi dengan Disnaker Bontang untuk mendukung pelaksanaan perekrutan tersebut.

“Untuk ke depan kita akan berkoordinasi dengan Disnaker,” tutupnya. (lia/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button