
Editorialkaltim.com – Akses terhadap pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi menjadi salah satu tantangan bagi pencari kerja di Kota Samarinda.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyiapkan portal pencari kerja digital yang dilengkapi fitur auto matching untuk mempertemukan kualifikasi pelamar dengan kebutuhan perusahaan.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menilai keberadaan portal yang dapat diakses melalui tepian.samarinda.go.id tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem penempatan tenaga kerja.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai pada Kamis (22/10/2026), sehari setelah menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Ketenagakerjaan bertajuk “Samarinda Work Connect: Sinergi Data Perusahaan dan Kebijakan untuk Penempatan Tenaga Kerja yang Efektif” di Aula Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, pemanfaatan sistem digital tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Cara ini juga penting untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dunia usaha dengan pencari kerja secara lebih cepat, tepat, dan terukur,” ungkap Saefuddin.
Ia menegaskan, upaya menekan angka pengangguran tidak cukup hanya dengan menyediakan informasi lowongan pekerjaan.
Keterlibatan aktif perusahaan juga diperlukan, terutama dalam menyampaikan informasi kebutuhan tenaga kerja secara berkala agar data yang tersedia dalam sistem tetap akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Harapannya, melalui FGD ini, perusahaan dapat memanfaatkan sistem yang tersedia untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai. Perusahaan juga diimbau aktif melaporkan lowongan kerja guna menekan angka pengangguran secara sinergis,” tegas Saefuddin.
Fitur auto matching pada portal tersebut dirancang untuk membantu mencocokkan kualifikasi pencari kerja dengan persyaratan lowongan yang tersedia.
Dengan dukungan data yang akurat dan mutakhir, sistem ini diharapkan dapat mempermudah perusahaan menemukan kandidat yang sesuai sekaligus membantu pencari kerja memperoleh informasi peluang kerja yang relevan.
Saefuddin juga menekankan, efektivitas teknologi tersebut bergantung pada komitmen seluruh pihak dalam memperbarui dan memanfaatkan data secara konsisten.
Lebih lanjut, Saefuddin mengingatkan, keberhasilan program ketenagakerjaan tidak semata-mata diukur dari jumlah warga yang mendapatkan pekerjaan.
Kesesuaian kompetensi, manfaat yang diperoleh pekerja, serta keberlanjutan pekerjaan juga harus menjadi perhatian agar kebijakan yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Lebih dari itu, kita perlu memastikan pekerjaan yang tersedia memberikan manfaat nyata dan memiliki keberlanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui penguatan portal pencari kerja dan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, Pemkot Samarinda berharap proses penempatan tenaga kerja dapat berjalan lebih efektif.
Partisipasi perusahaan dalam melaporkan lowongan, disertai kesiapan pencari kerja dan pengelolaan data yang berkelanjutan, menjadi bagian penting dalam mendukung upaya mengurangi pengangguran di Kota Tepian. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



