
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tetap berupaya memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat yang masuk desil 6 hingga 10 meski kelompok tersebut tidak lagi masuk kategori penerima bantuan berdasarkan pemutakhiran data pemerintah pusat.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menilai masyarakat dalam kelompok tersebut belum tentu memiliki kondisi ekonomi yang sepenuhnya aman. Menurutnya, mereka lebih tepat dikategorikan sebagai masyarakat rentan miskin.
“Bukan orang miskin, tapi kita masukkan dalam kategori rentan miskin. Mereka akan menjadi miskin ketika terjadi sesuatu,” ujar Neni, Senin (24/8/2026).
Menurut Neni, kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu ketika menghadapi persoalan, seperti kehilangan pekerjaan atau meninggalnya pencari nafkah. Karena itu, perlindungan sosial tetap diperlukan agar masyarakat tidak jatuh ke dalam kemiskinan.
Neni mencontohkan manfaat program jaminan sosial bagi pekerja informal. Ketika pencari nafkah meninggal dunia, santunan yang diterima dapat membantu menjaga kondisi ekonomi keluarga yang ditinggalkan.
“Kalau meninggal, seperti kemarin penjual kue meninggal dalam perjalanannya, dia dapat Rp200 juta. Kita tidak menciptakan orang miskin baru,” katanya.
Di sektor kesehatan, Pemkot Bontang mengalokasikan sekitar Rp25 miliar untuk kepesertaan BPJS Kesehatan pada 2026. Jika perlindungan diperluas kepada masyarakat desil yang dikeluarkan dari penerima bantuan, kebutuhan anggaran diperkirakan bertambah sekitar Rp3 miliar.
“Kalau kita tambah lagi yang desil itu yang dikeluarkan, sudah tambah Rp3 miliar. Berarti insyaallah Rp28 miliar,” jelas Neni.
Ia menilai tambahan anggaran tersebut tetap memberikan manfaat karena dana yang dikeluarkan pemerintah kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan kesehatan.
Neni menyebut klaim RSUD Taman Husada pada tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp88 miliar. Selain rumah sakit, fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas juga menerima pembayaran melalui sistem kapitasi.
“Artinya ada asas manfaat yang dinikmati oleh masyarakat. Pemerintah hadir ketika kita memberikan pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, apalagi kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya. (lia/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



