KaltimSamarinda

Helmi Abdullah Ajak Mahasiswa Samarinda Tak Hanya Kritik, tapi Ikut Bangun Daerah

Beda Suara, Satu Tujuan: Merajut Kolaborasi Golongan Tua dan Golongan Muda Tanpa Sekat” itu digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FKIP Universitas Mulawarman (Foto: Editorialkaltim/doc)

Editorialkaltim.com – Peran mahasiswa dalam pembangunan Kota Samarinda dinilai tidak cukup hanya melalui penyampaian kritik. Generasi muda juga diharapkan mampu menghadirkan gagasan, membangun komunikasi dengan pemerintah, serta terlibat dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi pesan Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, ketika menghadiri forum diskusi kepemudaan yang mempertemukan pandangan lintas generasi.

Kegiatan bertajuk “Beda Suara, Satu Tujuan: Merajut Kolaborasi Golongan Tua dan Golongan Muda Tanpa Sekat” itu digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FKIP Universitas Mulawarman di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Jumat (30/10/2026).

Dalam forum tersebut, Helmi menekankan pentingnya membangun hubungan yang lebih produktif antara mahasiswa dan lembaga legislatif. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama memajukan daerah.

Baca  Samarinda Kirim 377 Kontingen Ke POPDA, Bidik Juara Umum

Ia pun mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menghadirkan ruang diskusi terbuka. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi alternatif penyampaian aspirasi selain aksi demonstrasi.

Helmi menjelaskan DPRD Samarinda memiliki komitmen untuk menampung pemikiran generasi muda. Mahasiswa dapat menyampaikan usulan melalui berbagai jalur komunikasi tanpa harus menunggu momentum tertentu.

Kesempatan berdialog, lanjutnya, tersedia melalui audiensi di Gedung DPRD, kegiatan diskusi publik, hingga pertemuan informal bersama komunitas kepemudaan.

Dukungan terhadap keterlibatan pemuda juga telah diperkuat melalui Peraturan Daerah tentang Kepemudaan beserta Rencana Aksi Daerah. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan pengembangan kegiatan yang melibatkan generasi muda.

Baca  Isran-Hadi dan Rudy-Seno Optimis dengan Nomor Urut, Sinyal Kuat Kemenangan di Pilkada Kaltim 2024

Tidak hanya menyinggung partisipasi pembangunan, Helmi turut mengingatkan mahasiswa mengenai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Menurutnya, perubahan kebutuhan dunia kerja membuat lulusan perguruan tinggi harus memiliki kemampuan yang lebih spesifik. Gelar akademik perlu didukung keterampilan praktis agar mampu menghadapi persaingan.

“Dunia kerja saat ini sudah berbeda, mengantongi ijazah saja tidak cukup. Generasi muda harus memiliki skill sebagai modal utama setelah lulus kuliah,” ujarnya.

Untuk itu, ia mendorong organisasi mahasiswa memperluas jaringan kerja sama dengan instansi pemerintah, sektor perbankan, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca  Wakil Wali Kota Bontang Minta Kebutuhan Tenaga Kerja Proyek Gas Dipetakan Sejak Dini

Kerja sama tersebut dapat diarahkan untuk menghadirkan pelatihan peningkatan keterampilan atau upskilling yang sesuai dengan kebutuhan dunia profesional.

Helmi berharap organisasi kepemudaan mampu menjadi penghubung antara dunia pendidikan dan peluang pengembangan kompetensi, sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam pembangunan Samarinda.

Ia menilai kolaborasi antara generasi muda dan pemangku kebijakan perlu terus dibangun agar aspirasi tidak berhenti sebagai wacana, melainkan dapat berkembang menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button