PHI Lampaui Target Produksi Migas Semester I 2026

Editorialkaltim.com – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melampaui target produksi minyak dan gas bumi (migas) pada Semester I 2026. Selain mencetak kinerja operasional di atas target, perusahaan juga membukukan 73,1 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja.
Capaian tersebut dipaparkan dalam Town Hall Meeting Direktur Utama PHI yang digelar secara hybrid pada 30 Juli 2026. Kegiatan itu diikuti sekitar 2.000 pekerja dari wilayah operasi Jakarta dan Kalimantan.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya memproduksi minyak sebesar 59,3 ribu barel per hari. Angka itu mencapai 116,1 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.
Sementara itu, produksi gas mencapai 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau setara 105,4 persen dari target RKAP.
Tak hanya mencatatkan produksi di atas target, PHI juga membukukan kinerja keselamatan kerja yang positif. Perusahaan meraih 73,1 juta jam kerja selamat, nihil Number of Accident (NoA), serta Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,03.
Direktur Utama PHI Muharram Jaya Pangurinseng mengapresiasi kontribusi seluruh pekerja yang dinilai menjadi faktor penting di balik pencapaian tersebut.
“Terus jaga semangat untuk menghadapi kinerja Semester II 2026 demi menjaga keberlanjutan produksi migas perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sesuai dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia,” ujarnya.
Muharram juga mengajak seluruh insan PHI terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan tingkat perolehan migas (recovery rate) dari lapangan-lapangan yang telah memasuki fase matang (mature) di Regional 3 Kalimantan.
“Kita harus mengedepankan out of the box thinking. Mustahil kita mengharapkan hasil yang berbeda jika kita tetap melakukan cara yang sama di lokasi yang sama pula,” katanya.
Di sisi lain, Muharram menegaskan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional. Ia menekankan setiap pekerjaan harus diawali analisis risiko dan tidak ada target operasional yang boleh mengesampingkan keselamatan kerja.
Selama Semester I 2026, PHI juga mencatat sejumlah capaian strategis. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menuntaskan pemasangan topside Proyek Manpatu serta mengoperasikan platform keempat Proyek Sisi Nubi AOI.
Kemudian, PT Pertamina EP Sangasanga Field menyelesaikan pengeboran sumur pengembangan NKL-1183. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) juga menerapkan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) yang mampu meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen. Sementara itu, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mencatat hasil positif melalui dua sumur di Lapangan Sejadi.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI mengelola operasi hulu migas di Regional 3 Kalimantan yang mencakup Zona 8, Zona 9, dan Zona 10. Selain menjalankan operasi bersama SKK Migas, perusahaan juga mengembangkan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan guna mendukung pembangunan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan energi nasional.(tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



