KaltimSamarinda

Peserta LKRI Kaltim Melonjak, BRIDA Dorong Riset Pelajar Berdampak

Lomba Karya Riset dan Inovasi Pelajar Tahun 2026 (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggelar Lomba Karya Riset dan Inovasi (LKRI) Pelajar 2026 di Aula Syahrial Setiya Balitbangda Provinsi Kaltim, Samarinda, Rabu (16/9/2026). Jumlah karya yang masuk tahun ini meningkat signifikan dibanding penyelenggaraan sebelumnya.

Kepala BRIDA Provinsi Kaltim, Fitriansyah, mengatakan LKRI 2026 diikuti 91 karya riset dan inovasi dari 42 sekolah yang tersebar di sembilan kabupaten/kota se-Kaltim.

“Kami sangat mengapresiasi kenaikan ini. Tahun lalu peserta LKRI hanya 40 karya dari 20 sekolah di 7 kabupaten/kota. Tahun 2026 ini melonjak menjadi 91 karya dari 42 sekolah di 9 kabupaten/kota. Kami ingin generasi muda, khususnya pelajar, makin tertarik pada dunia riset untuk menjadi motor penggerak daya saing daerah maupun nasional,” ujar Fitriansyah saat ditemui di lokasi acara.

Baca  Atur Tata Niaga Demi Swasembada, Budisatrio Djiwandono: Jangan Biarkan Petani Terjepit

Selain jumlah peserta, Fitriansyah menyoroti peningkatan kualitas karya. Kedalaman analisis dan metodologi penelitian yang ditampilkan para siswa dinilai sudah mendekati standar tugas akhir mahasiswa strata satu (S1).

LKRI 2026 mengusung tema “Riset dan Inovasi Pelajar Kaltim Berdampak dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Berkualitas”. BRIDA Kaltim mendorong hasil riset dari lingkungan sekolah tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Salah satu inovasi berasal dari tim SMAN 10 Samarinda melalui karya bertajuk CALEA. Penelitian tersebut memanfaatkan limbah cangkang sawit dan daun kersen yang difabrikasi menjadi elektroda superkapasitor ramah lingkungan sebagai bagian dari pengembangan industri hijau.

Potensi limbah cangkang sawit di Kaltim disebut mencapai sekitar 48 juta kilogram per tahun sehingga pemanfaatannya dinilai berpeluang dikembangkan lebih lanjut. Hasil pengujian menunjukkan rangkaian superkapasitor berbasis ekonomi sirkular mampu menyimpan energi listrik hingga 1 volt dan bertahan selama satu jam.

Baca  DPRD Samarinda Soroti Pergudangan Ir Sutami, Parkir Truk Dinilai Semrawut

Ajang tersebut juga memberi kesempatan kepada peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian di hadapan dewan juri. Siswi kelas XII MAN Insan Cendekia Paser, Annisa Aliya Dirennuang, mengaku mendapat banyak pembelajaran dari proses tersebut.

“Perasaan saya sangat senang sekali. Selain menambah pengalaman baru, ajang dari Badan Riset Daerah ini memberikan banyak pembelajaran, terutama dari masukan dan saran dewan juri. Walaupun tahun depan saya sudah lulus SMA, ajang ini makin memicu minat saya untuk terus menjadi periset di masa depan,” ungkap Annisa.

Baca  Wagub Seno Aji Sebut TTG XI Kaltim Dorong Inovasi dari Daerah

Meski karya LKRI 2026 masih didominasi bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), BRIDA Kaltim juga mendorong sekolah memperluas penelitian ke bidang ilmu sosial. Langkah tersebut dinilai penting agar riset pelajar tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga mampu menjawab persoalan sosial di masyarakat.

“Hilirisasi dan industrialisasi memang mengedepankan STEM, tetapi kita juga membutuhkan riset dan inovasi di bidang ilmu sosial. Ke depan, kami akan dorong sekolah-sekolah agar tidak hanya fokus pada STEM semata, tetapi juga seimbang dengan ilmu-ilmu sosial,” pungkas Fitriansyah. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button