KaltimPenajam Paser Utara

Cuaca Panas Ekstrem, Sekda PPU Ingatkan Risiko Bakar Lahan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Cuaca panas ekstrem disertai angin kencang di Penajam Paser Utara (PPU) meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta berhati-hati saat membuka lahan perkebunan maupun membakar sampah.

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengimbau masyarakat mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum menggunakan api untuk membuka lahan. Menurutnya, api dari area kecil berpotensi meluas saat kondisi lingkungan kering dan angin bertiup kencang.

“Tidak bisa dipungkiri kecenderungan cuaca panasnya ekstrem ini membawa serta keprihatinan kita terhadap kebiasaan kita, terutama bagi saudara kita yang terbiasa membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (14/9/2026).

Ia menyebut pembakaran lahan dengan luasan tertentu dikenal dalam praktik kehutanan. Namun, kondisi cuaca saat ini membuat risiko meluasnya api harus diperhitungkan.

Baca  Delegasi India di EBIFF 2025 Ungkap Kaltim Tempat yang Indah dan Penuh Cinta

“Dari sisi kacamata kehutanan sebetulnya membakar sampai dengan dua hektare itu kan hal yang biasa, cuma yang sekarang menjadi persoalan cuaca panas, angin kencang. Siapa yang bisa menjamin tidak ada perluasan,” ujarnya.

Tohar mendorong masyarakat menerapkan cara yang lebih terkendali dalam mengelola lahan. Material yang hendak dibakar sebaiknya ditumpuk dalam skala kecil agar pembakaran tidak dilakukan sekaligus di area luas.

“Maka itu kearifan kita mesti dihadirkan kalau memang mau melakukan treatment pembukaan lahan perkebunan, ya maksudnya ditumpuk dalam skala-skala kecil, bukan dua hektare langsung dibakar. Nah, itu pasti dia akan terkendali,” jelasnya.

Baca  DPRD Kukar Tetapkan AKD Pasca-Pelantikan Pimpinan

Menurutnya, potensi kebakaran juga dapat berasal dari aktivitas rumah tangga yang menggunakan api. Ia mencontohkan kejadian di Rintik yang berdasarkan informasi lapangan bermula dari percikan api saat aktivitas memasak di belakang rumah.

“Yang kecil pun dia potensi. Kemarin kejadian yang ada di Rintik itu masak di belakang rumah pakai dapur biasa kampung. Percikan, informasi yang saya dapatkan dari lapangan, menimbulkan kebakaran hutan jadi luas,” lanjutnya.

Tohar juga meminta perusahaan yang memiliki perkebunan maupun lahan Hak Guna Usaha (HGU) meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi di sekitar wilayah operasional. Perusahaan diminta mengambil langkah cepat jika terjadi kebakaran di sekitar lahan meski api belum mencapai wilayah perusahaan.

Baca  DPRD Bontang Bahas Usulan Graha Pemuda Masuk dalam Raperda Kepemudaan

“Kepada pihak perusahaan saya minta awareness-nya terhadap situasi dan kondisi. Manakala memang ada kejadian di seputar kita, mungkin kebunnya, mungkin lahannya, HGU-nya itu tidak tersentuh api, tapi kalau sekitarnya itu ada kebakaran siapa yang menjamin tidak melebar ke kebunnya,” ungkapnya.

Pemerintah daerah mendorong masyarakat dan perusahaan bersama-sama meningkatkan kewaspadaan agar potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini sebelum meluas. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button