
Editorialkaltim.com – Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Samarinda menyoroti pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan yang dinilai belum optimal, meski telah menelan anggaran besar.
Ketua Pansus LKPJ DPRD Samarinda, Ahmad Sukamto, mengatakan hasil peninjauan lapangan pada 2025 menunjukkan proyek landfill senilai sekitar Rp28 miliar itu memang rampung secara fisik. Namun, dari sisi kualitas dan perencanaan masih terdapat sejumlah catatan.
“Pengerjaan menurut kontraktor dan PPK-nya sudah 100 persen selesai. Tapi dengan dana sebesar itu, hasilnya saya rasa masih kurang maksimal dan rawan longsor,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, secara desain area landfill seharusnya dibangun lebih luas untuk mengantisipasi potensi longsor. Namun, berdasarkan keterangan yang diterima, pelaksanaan pekerjaan disebut telah mengacu pada perencanaan awal dari konsultan.
Selain itu, Pansus juga menemukan adanya perubahan jumlah pipa penampungan gas yang tidak sesuai dengan rencana awal. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada optimalisasi pengelolaan gas di kawasan TPA.
“Dalam perencanaan itu ada 25 pipa untuk sebaran gas, tapi di lapangan dikurangi jadi 9. Itu tentu tidak maksimal dan menjadi salah satu temuan kami,” jelasnya.
Tak hanya itu, Sukamto juga menyoroti rekomendasi LKPJ tahun sebelumnya yang belum ditindaklanjuti, khususnya terkait pelebaran inlet atau akses masuk ke area TPA. Menurutnya, hal tersebut penting untuk mendukung kelancaran operasional.
Di sisi lain, Pansus turut menilai skema kerja sama pengelolaan aset daerah, termasuk yang melibatkan BUMD, belum memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau kerja samanya hanya memberikan sekitar 10 persen atau PAD Rp500 juta, itu sangat kecil. Harusnya ada skema yang lebih menguntungkan, misalnya bagi hasil yang lebih adil,” tegasnya.
Ke depan, Pansus LKPJ DPRD Samarinda akan merekomendasikan evaluasi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pola kerja sama proyek serupa, agar penggunaan anggaran daerah lebih efektif dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



