KaltimSamarinda

Nilai TKA SD-SMP Samarinda Lampaui Rata-rata Nasional

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Mohammad Wahiduddin (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP di Kota Samarinda menunjukkan capaian yang menggembirakan. Nilai rata-rata peserta didik tercatat berada di atas rata-rata nasional maupun rata-rata Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Mohammad Wahiduddin, mengatakan TKA hanya menguji dua mata pelajaran, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil pelaksanaan tahun ini, capaian siswa Samarinda dinilai cukup baik dibandingkan daerah lain.

“Untuk hasil TKA, mata pelajaran yang diujikan hanya Matematika dan Bahasa Indonesia. Nilai rata-rata siswa di Kota Samarinda berada di atas rata-rata nasional, bahkan juga di atas rata-rata Kaltim,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Baca  Wakil Ketua DPRD Kaltim Hadiri Perayaan Natal IKAT Kutai Barat

Meski demikian, Wahiduddin menegaskan hasil tersebut tidak boleh membuat seluruh pemangku kepentingan cepat berpuas diri. Menurutnya, capaian TKA justru harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tepian.

Sebagai ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda diharapkan mampu menjadi rujukan dalam pengembangan sektor pendidikan. Karena itu, peningkatan mutu pembelajaran perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Nilai yang berada di atas rata-rata nasional dan Kaltim bukan berarti semuanya sudah baik. Tetap harus ada evaluasi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik agar ke depan hasilnya bisa mencapai kategori sangat baik,” katanya.

Baca  Pemberdayaan Pemuda, Dispora Kaltim Luncurkan Grand Design Kepemudaan

Ia menjelaskan peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya diukur dari nilai akademik semata. Berbagai aspek lain juga perlu mendapat perhatian, mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, kualitas proses belajar mengajar, hingga ketersediaan tenaga pendidik yang memadai.

Menurutnya, kualitas guru menjadi salah satu faktor penting yang harus terus diperkuat, baik dari sisi kompetensi maupun jumlah. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi pendidikan juga dinilai berperan besar dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran.

Wahiduddin menambahkan, TKA merupakan instrumen evaluasi yang relatif baru sehingga hasil yang diperoleh saat ini belum dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena belum tersedia data pembanding, capaian tersebut belum bisa digunakan untuk menyimpulkan adanya peningkatan maupun penurunan hasil belajar siswa.

Baca  Kick Off PK-25 Dimulai di Desa Bakungan, Warga Diminta Jujur Saat Pendataan

“Karena belum ada data pembanding dari pelaksanaan TKA sebelumnya, maka hasil saat ini lebih tepat dijadikan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan ke depan,” pungkasnya.

Disdikbud Samarinda berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, perbaikan sarana dan prasarana, serta pengembangan digitalisasi pendidikan agar prestasi akademik peserta didik semakin meningkat. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button