KaltimPenajam Paser Utara

Optimalisasi Embung Lawe-Lawe Proyeksikan Kapasitas Tampung 2,5 Juta Meter Kubik

Lokasi Embung Lawe-lawe di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Optimalisasi Embung Lawe-Lawe di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus dilakukan untuk mendukung ketersediaan air baku menghadapi musim kemarau yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pengerjaan ditargetkan berlangsung selama 2,5 bulan, dengan kapasitas tampung diproyeksikan mencapai 2,5 juta meter kubik.

Optimalisasi difokuskan pada penggalian daerah tangkapan air (catchment area) seluas 17 hektare. Lahan tersebut merupakan milik Pertamina yang dipinjam-pakaikan untuk menambah kapasitas tampungan air.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PPU, Muhammad Ali Musthofa, menyebut penggalian direncanakan memiliki kedalaman rata-rata sekitar empat meter.

Baca  Hetifah Sjaifudian dari Kaltim Resmi Pimpin Komisi X DPR RI

“Secara teknis, pengerjaan diperkirakan berlangsung sekitar 2,5 bulan. Estimasi volume tampungan mencapai 2,5 juta meter kubik, dengan catchment area seluas 17 hektare dan kedalaman rata-rata kurang lebih empat meter,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (4/11/2026).

Saat ini, pengerjaan didukung dua unit ekskavator yang telah beroperasi di lapangan. PUPR berharap cuaca selama tiga pekan ke depan mendukung agar pengerukan berjalan maksimal dan target penyelesaian dapat dipercepat.

Meski demikian, kondisi lahan gambut menjadi tantangan. Tanah yang labil membuat pengerjaan membutuhkan penanganan khusus, terutama dalam mengatur pergerakan alat berat agar tidak terjebak.

Baca  Satu Kopdes Bisa Dapat Rp3 M Pakai Skema Bergulir

“Jadi, kita perlu melakukan penanganan khusus. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dan alat berat tidak bisa langsung ditarik atau didorong karena sewaktu-waktu bisa tenggelam,” jelasnya.

Ia menyebut metode pengerjaan terus disesuaikan dengan kondisi lahan. Koordinasi dengan Bidang Bina Pengairan juga dilakukan agar penggalian dapat dioptimalkan tanpa mengabaikan keselamatan.

Menurutnya, tampungan tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan aliran air yang selama ini berpotensi langsung melewati saluran pelimpah (spillway) menuju Sungai Lawe-Lawe.

Melalui optimalisasi itu, air diharapkan dapat dialirkan terlebih dahulu ke fasilitas prasedimentasi di instalasi pengolahan air (water treatment plant/WTP) Lawe-Lawe sebelum melewati saluran pelimpah.

Baca  Uttara Fine Eats and Coffee Diminta Segera Laporkan LKPM Triwulan I 2026

“Jadi, aliran masih bisa kita kendalikan. Sebelum melewati spillway, air bisa masuk ke fasilitas prasedimentasi di WTP Lawe-Lawe,” lanjutnya.

Untuk menghubungkan tampungan dengan fasilitas pengolahan air tersebut, PUPR memanfaatkan kondisi alam yang sudah tersedia di kawasan Lawe-Lawe. Dengan skema itu, pengaliran air tidak memerlukan pembangunan jaringan pipa tambahan.(ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button