LP2M Unmul Respons Polemik KKN Angkatan 52

Editorialkaltim.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman (Unmul) menerima berbagai aspirasi mahasiswa terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 52. Keluhan tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar bersama perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas di Kantor LP2M Unmul, Senin (29/6/2026).
Audiensi menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan pihak kampus untuk membahas sejumlah persoalan yang dinilai muncul dalam penyelenggaraan KKN tahun ini. Berbagai isu yang mengemuka meliputi tata kelola program, pembekalan peserta, intervensi sektoral, aspek pendanaan, tugas karya, hingga jaminan keselamatan mahasiswa selama menjalankan KKN.
Seluruh persoalan tersebut telah dihimpun dan dikaji lebih dahulu oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas sebelum disampaikan kepada LP2M sebagai bahan evaluasi.
Ketua Panitia KKN Angkatan 52, Kiswanto, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa, terutama berkaitan dengan program prioritas selama pelaksanaan KKN.
“Kita sikapi dengan memberikan penjelasan lebih detail terkait kebutuhan mahasiswa KKN. Batasannya mahasiswa KKN, bukan program pemerintah yang dititipkan. Untuk fasilitas, kita upayakan lebih cepat,” ujarnya.
Dalam audiensi itu, mahasiswa juga menyinggung dugaan adanya praktik komersialisasi dalam pembentukan kelompok KKN. Menanggapi hal tersebut, Kiswanto menegaskan LP2M tidak pernah menerapkan kebijakan seperti yang ditudingkan.
“Kami tidak melakukan itu. Ketika ada indikasi dilakukan, kami butuh bantuan mahasiswa detailnya seperti apa. Jika ada detail informasi yang valid, kami akan bertindak,” tegasnya.
Menurut Kiswanto, sejumlah persoalan yang terjadi, seperti mekanisme pembekalan, akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan KKN berikutnya. Sementara itu, LP2M saat ini memilih memfokuskan perhatian pada persiapan teknis menjelang pemberangkatan peserta.
“Banyak permasalahan yang sudah terjadi di belakang seperti pembekalan, kita akan perbaiki di periode berikutnya. Jadi lebih baik menyiapkan untuk dua minggu ke depan dan 40 hari pelaksanaan,” katanya.
Persiapan yang kini menjadi prioritas, lanjut Kiswanto, mencakup pembagian kelompok dosen pembimbing lapangan (DPL), penyelesaian asuransi mahasiswa, hingga agenda pelepasan peserta KKN.
Di akhir audiensi, Kiswanto mengajak mahasiswa menjadikan berbagai masukan sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan KKN pada masa mendatang.
“Hampir tidak ada sesuatu yang ideal. Lebih baik kita sama-sama memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitasnya. Harapan saya mari satukan niat, diri, dan simpan energi untuk sesuatu yang positif,” tutupnya. (afr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



