Nasional

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Orang Kaya, Cek Siapa yang Masuk Desil 9-10

Ilustrasi (Foto: Pertamina)

Editorialkaltim.com – Pemerintah tengah menyiapkan skema baru penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Masyarakat yang masuk kelompok ekonomi atas atau desil 9 dan 10 direncanakan tidak lagi bisa menikmati BBM tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat mampu akan diterapkan secara bertahap. Rencana itu mengemuka setelah Purbaya bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Selasa (11/8/2026).

Pemerintah menilai penyaluran Pertalite selama ini masih belum sepenuhnya tepat sasaran. Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi disebut masih ikut menikmati subsidi yang semestinya diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bahlil mengatakan pemerintah mulai membahas sistem yang akan digunakan untuk memperbaiki penyaluran subsidi tersebut. Besarnya anggaran subsidi menjadi salah satu alasan pemerintah ingin memastikan penerimanya lebih tepat sasaran.

“Ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” ujar Bahlil.

Lantas, siapa sebenarnya masyarakat yang masuk desil 9 dan 10?

Mengacu penjelasan Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Kementerian Sosial, desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 ditempati kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sementara desil 10 merupakan kelompok paling sejahtera.

Penentuan desil tidak hanya mengacu nominal penghasilan. Sejumlah indikator ikut diperhitungkan, mulai kepemilikan aset, kondisi tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan anggota keluarga hingga jumlah tanggungan.

BPS Cilegon melalui akun media sosialnya juga menegaskan tidak ada batas pendapatan tertentu yang secara otomatis menentukan seseorang masuk desil tertentu.

“Terus kok bisa sih berseliweran tabel pendapatan sekian masuk desil sekian? Itu dari mana dehhh? Enggak benar ya gengs karena penentuan ranking-nya itu dari puluhan variabel dengan bobot yg berbeda-beda,” tulis @bpscilegon, Rabu (12/8/2026).

Sistem tersebut menggunakan pemeringkatan kondisi ekonomi keluarga. Artinya, posisi desil menggambarkan tingkat kesejahteraan sebuah keluarga dibandingkan keluarga lainnya dalam populasi.

“Dalam pengelompokan desil tidak ada cut off point-nya. Tidak ada penghasilan sekian masuk desil x atau aset sekian masuk desil y. Murni berdasarkan pemeringkatan atau ranking keluarga,” tulis @bpscilegon.

Karena menggunakan keluarga sebagai basis penilaian, status pekerjaan satu anggota keluarga juga tidak otomatis menentukan posisi desil.

“Jadi, kalau ada yg bilang, ‘Aku nganggur kok desilku tinggi?’ dilihat dulu di keluarga tersebut bagaimana kondisi ekonomi anggota keluarga lainnya,” tulis @bpscilegon.

BPS Cilegon turut menyoroti lebarnya rentang kondisi ekonomi dalam desil 10. Kelompok tersebut dapat mencakup keluarga kelas menengah hingga masyarakat dengan kekayaan sangat besar.

“Kontras yang begitu tajam di dalam desil 10 itu sendiri menunjukkan betapa ekstremnya ketimpangan ekonomi di Indonesia,” tulis @bpscilegon.

Dengan skema yang tengah disiapkan pemerintah, kelompok desil 9 dan 10 nantinya berpotensi menjadi kelompok pertama yang dibatasi mengakses Pertalite. Mekanisme serta waktu pasti penerapan kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button