
Editorialkaltim.com – Kualitas udara di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, berangsur membaik. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin usai meninjau langsung wilayah tersebut.
Jaya mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kubar sebelumnya berada di atas 318. Kini, angka tersebut turun hingga di bawah 200.
“Kalau kemarin laporan secara langsung, yang tadinya ISPU-nya itu berbahaya di atas 318. Begitu sampai ke sana sudah berapa kemarin itu? Di bawah 200,” ujar Jaya, Senin (7/9/2026).
Kendati demikian, ia menegaskan kualitas udara di wilayah tersebut masih belum sehat. Angka ISPU yang belum mencapai kategori sehat membuat masyarakat tetap perlu waspada. Ia berharap hujan dapat membantu mengurangi partikel pencemar di udara sehingga kondisinya semakin membaik.
“Tambah lagi kalau cepat hujan pasti akan berkurang. Harusnya ISPU-nya di bawah 55, itu yang sehat. Kalau 55 sampai 150 itu dianggap kurang sehat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jaya menyampaikan Dinkes Kaltim telah menyalurkan bantuan logistik medis berupa masker, vitamin, obat-obatan, serta kebutuhan medis lainnya.
“Yang kita siapkan ada masker, kemudian ada vitamin, kemudian juga obat-obatan dan lain-lain,” katanya.
Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kubar juga masih ditemukan, meski jumlahnya tidak terlalu tinggi. Karena itu, edukasi mengenai pencegahan gangguan kesehatan tetap penting dilakukan. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker sesuai standar.
Selain itu, masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan memenuhi kebutuhan makanan dan minuman serta menerapkan pola hidup sehat, termasuk rutin mencuci tangan.
“Termasuk kalau memang batuk, pilek, demam, datang ke puskesmas,” ujarnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



