KaltimKutim

Jembatan Lembak Kutim Rusak, Kendaraan Overtonase Disorot

Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan menyoroti kerusakan Jembatan Lembak di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kerusakan diduga diperparah lalu-lalang kendaraan berat dengan muatan melebihi kapasitas jalan dan jembatan.

“Kita masih bisa melihat jalan-jalan kita yang infrastruktur kita kebutuhan tonasenya yang melewati itu misalnya 8 ton dan sekitar, tapi masih dilewati yang bahkan bisa sampai 50 ton dan bahkan yang lebih,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Agusriansyah menuturkan, kendaraan dengan muatan berlebih atau overtonase masih menjadi salah satu penyebab kerusakan infrastruktur di Kaltim. Beban yang jauh melampaui kapasitas dinilai dapat mempercepat kerusakan jalan maupun jembatan.

Baca  Legislator Samarinda Desak Satpol PP Tindak Distributor Miras Ilegal

Jembatan Lembak yang menjadi jalur utama masyarakat kini berpotensi membahayakan pengguna jalan. Kondisi di sekitar jembatan juga mengkhawatirkan karena sejumlah rumah dan toko dilaporkan mengalami penurunan.

“Kita bisa melihat sekarang ini rumah-rumah di sekitarnya, toko-toko bahkan itu sudah terturun,” katanya.

Menurut Agusriansyah, peraturan daerah telah mengatur penggunaan jalan umum serta larangan operasional kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan. Persoalan tersebut juga telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim dan pimpinan DPRD Kaltim.

Baca  Wabup Kukar Tinjau Waterpark Pulau Kumala, Target Jadi Wisata Andalan

“Nah, ini juga satu persoalan yang serius di tengah-tengah peraturan daerah yang ada tentang larangan operasional menggunakan jalan umum tanpa melakukan kaidah-kaidah yang ada dalam peraturan daerah,” tegasnya.

Ia berharap dinas terkait segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan Jembatan Lembak dapat dilakukan secara permanen. Koordinasi pemerintah pusat dan daerah juga dinilai perlu diperkuat, terutama untuk menyiapkan jalur alternatif jika jembatan harus ditutup selama proses perbaikan.

Baca  Bapenda Kaltim Tampilkan Inovasi E-Retda di Kompetisi PEPES IKAN PEDA 2024

“Penanganan sementara tidak dibarengi dengan jalan alternatif karena korelasi kolaborasi antara pemerintah pusat daerah yang kelihatannya belum dilakukan. Padahal di jalan itu sebenarnya ada alternatif yang bisa dilakukan,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button