
Editorialkaltim.com – Dua pelajar asal Samarinda, Kalimantan Timur, berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih medali perak dalam Babak Final Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke-21 tahun 2026. Final digelar secara luring Minggu (26/4/2026) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, mulai pukul 07.00 WIB.
Keduanya yakni Raden Syahwilla Nurazyma Putri Maramis dari SMPIT Cordova Samarinda kelas 8 serta Muhammad Fauzan Ardani dari SMP Islam Bunga Bangsa Samarinda kelas 9. Mereka tampil sebagai finalis terbaik setelah melalui seleksi ketat tingkat nasional.
KMNR ke-21 yang diselenggarakan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dikenal sebagai kompetisi matematika bergengsi. Ajang ini tidak sekadar menguji kemampuan berhitung, tetapi juga menuntut kemampuan berpikir logis, analitis, serta kreatif dalam memecahkan persoalan kehidupan nyata.
Perjalanan menuju babak final terbilang panjang. Pada tahap awal, sebanyak 210.458 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti babak pendahuluan yang digelar Oktober. Selanjutnya, 73.104 peserta lolos ke babak penyisihan pada 11 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, 27.672 peserta melaju ke semifinal pada 15 Februari 2026. Hingga akhirnya hanya 1.881 peserta yang berhak tampil di final nasional.
Pembina Olimpiade Matematika Borneomath, Anwar, mengatakan capaian dua pelajar Samarinda tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan intensif yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Hasil prestasi ananda Fauzan dan Syilla merupakan proses perjalanan panjang dari pola pelatihan yang kami adakan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, selama masa pelatihan, siswa dibiasakan mengerjakan soal dengan tingkat kesulitan tinggi agar terbiasa menghadapi tantangan saat kompetisi berlangsung.
“Hampir tiap latihan kami memberi soal latihan level sulit agar mereka terbiasa, serta dukungan orang tua sangat membantu perkembangan belajar anak,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti pelajar Kalimantan Timur mampu bersaing di tingkat nasional. Ia berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan akademik.
Sementara itu, Raden Syahwilla mengungkapkan pengalaman mengikuti final KMNR memberikan banyak pelajaran baru, terutama dalam mengelola tekanan saat mengerjakan soal di ruang kompetisi besar.
“Kompetisi ini memberi pengalaman baru, terutama saat mengerjakan soal di aula besar bersama peserta lain dari berbagai daerah,” ujarnya.
Ia mengaku tantangan terbesar berada pada sesi esai yang mengharuskan peserta menjelaskan alur berpikir secara rinci dan sistematis dalam waktu terbatas.
“Tantangan terbesar ada pada soal esai, harus menjelaskan alur pemikiran detail, tetap semangat mencoba hal baru dan terus belajar,” tutupnya.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



