BontangKaltim

Industri Kimia Masih Jadi Penopang Utama Investasi di Bontang

Kota Bontang bertumpu pada industri kimia sebagai penyumbang realisasi investasi di triwulan perdana ini. (Foto: Editorialkaltim/Rir)

Editorialkaltim.com – Sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi kembali menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi di Kota Bontang pada triwulan I tahun 2026.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur mengatakan, sektor tersebut memang hampir setiap tahun mendominasi investasi daerah karena ditopang keberadaan industri besar di Kota Taman.

“Yang paling besar biasanya memang sektor kimia dasar. Hampir tiap tahun sektor itu yang mendominasi,” ujarnya.

Baca  Bupati Kutim Pastikan Ketersediaan BBM dan LPG Jelang Nataru

Data DPMPTSP mencatat, nilai investasi sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi mencapai Rp543,2 miliar atau sekitar 76,80 persen dari total PMDN Kota Bontang.

Selain industri kimia, sektor konstruksi juga memberikan kontribusi cukup besar dengan nilai Rp49,2 miliar. Kemudian sektor perdagangan dan reparasi Rp48,5 miliar, industri logam dasar Rp28,6 miliar, serta transportasi dan telekomunikasi sebesar Rp19,4 miliar.

Baca  Pj Gubernur Kaltim Tegaskan Berau Tak Boleh Lengah Andalkan Tambang!

Aspiannur menilai dominasi sektor industri kimia menunjukkan Bontang masih menjadi daerah strategis bagi investasi industri berbasis hilirisasi dan manufaktur.

“Karakter investasi di Bontang memang masih kuat di sektor industri pengolahan dan kimia,” katanya.

Ia berharap tren positif tersebut dapat terus meningkat hingga akhir tahun. Terlebih sejumlah perusahaan besar di Bontang masih menjalankan pengembangan usaha dan ekspansi investasi. (RIR/ADV DPMPTSP BONTANG)

Baca  10 Kampus Terbaik Di Kalimantan Timur Tahun 2025 Versi SINTA Kemdiktisaintek

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button