
Editorialkaltim.com – Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi titik pertemuan pimpinan delapan aras gereja dan ratusan umat Kristiani dari berbagai daerah di Indonesia. Sekitar 700 peserta berkumpul di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara dalam rangkaian Hari Doa Nasional (HDN) V 2026.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri menjadi gambaran persatuan umat Kristiani dalam mendoakan Indonesia, para pemimpin bangsa, serta pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan baru.
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) sekaligus pimpinan Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI), Pdt. Tommy O. Lengkong, menilai pertemuan pimpinan delapan aras gereja di IKN menjadi catatan bersejarah.
“Kegiatan Hari Doa Nasional yang menghadirkan pimpinan dari delapan aras gereja di IKN adalah suatu sejarah. Hari ini kita di sini berdoa untuk bangsa dan negara Indonesia serta para pemimpinnya,” ujar Tommy.
Rangkaian Hari Doa Nasional berlangsung selama empat hari dan diawali di BSSC Dome Balikpapan. Selain diikuti peserta secara langsung, ibadah disaksikan jemaat dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri melalui siaran langsung.
Pendeta Gereja Bethany Nusantara House of Restoration Auckland, Selandia Baru, Marcel Kanon, mengatakan Indonesia dan pembangunan IKN membutuhkan dukungan spiritual melalui doa.
“Indonesia butuh doa. IKN butuh doa. Seluruh Indonesia, dari Papua sampai Aceh, butuh didoakan. Dalam rangka itulah kami datang ke sini untuk puncak Hari Doa Nasional,” kata Marcel.
Ketua Panitia Hari Doa Nasional 2026 Fanny Jossy Kusumo menyebut penyelenggaraan kegiatan di Nusantara menjadi simbol persatuan umat Kristiani dari berbagai latar belakang.
Bupati Tolikara William Wandik yang hadir bersama rombongan rohaniawan dari Papua berharap doa untuk bangsa terus dipanjatkan dari IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
Selain berdoa, peserta melakukan penanaman pohon di kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis KIPP Nusantara. Agenda tersebut sekaligus memperkenalkan konsep pembangunan IKN yang mengedepankan pemulihan kawasan hutan.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw mengatakan hanya sekitar 20 persen kawasan Nusantara yang akan dibangun. Sebagian besar wilayah lainnya diarahkan untuk dikembalikan menjadi hutan asli Kalimantan Timur melalui reforestasi.
“Kami hanya membangun sekitar 20 persen saja. Sebagian besar kawasan ini kami kembalikan melalui reforestasi sebagai hutan asli Kalimantan Timur atau yang kami sebut rewilding Nusantara,” ujar Troy.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengapresiasi FUKRI yang memilih Nusantara sebagai lokasi penyelenggaraan Hari Doa Nasional. Ia menilai pembangunan IKN juga membutuhkan landasan spiritual agar pekerjaan yang dilakukan memiliki makna.
“Apa pun yang kita kerjakan, sekeras apa pun, kalau tanpa alas doa, pekerjaan itu akan kurang bermakna. Dengan alas doa, pekerjaan kita berhubungan dengan Tuhan sehingga pekerjaan ini bernilai ibadah,” kata Basuki. (ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



