IKNNasional

Jual Air Mineral Rp19 Ribu, 4 Tenant di IKN Ditutup

Penutupan tenant di OIKN. (Foto: Istimewa)

Editorialkaltim.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menutup sementara empat tenant di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) setelah kedapatan menjual air minum dalam kemasan (AMDK) dengan harga tak wajar, bahkan mencapai Rp19 ribu per botol. Penindakan dilakukan karena para pengelola dinilai mengabaikan teguran yang telah berulang kali diberikan.

Empat tenant yang ditutup sementara yakni Roti’O, Bhinneka Coffee di Kemenko 2, D’Sweet di Kemenko 1, dan Bakoel Bambu di Kemenko 3. Penutupan mulai berlaku sejak Senin (29/6/2026).

Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menjaga agar harga kebutuhan pokok di kawasan IKN tetap wajar.

“Kami sudah beberapa kali memberikan teguran agar air mineral dijual sesuai harga yang berlaku secara umum. Karena itu, tenant yang tidak mematuhi kami tutup sementara,” ujarnya.

Baca  Bareskrim Polri Tetapkan Panji Gumilang Jadi Tersangka Penodaan Agama

Hasil pemantauan Otorita IKN menunjukkan sejumlah tenant menjual air mineral dengan harga Rp13 ribu hingga Rp19 ribu per botol. Padahal, di booth lain dalam kawasan yang sama, air mineral berukuran lebih besar dijual sekitar Rp7 ribu.

Alimuddin menegaskan pihaknya tidak ingin IKN sejak awal dicap sebagai kota dengan biaya hidup mahal. Menurutnya, praktik menjual kebutuhan dasar dengan harga dua hingga tiga kali lipat bertentangan dengan visi pembangunan IKN sebagai kota yang layak huni dan ramah bagi masyarakat.

“IKN bukan tempat hiburan yang menjual air mineral dua sampai tiga kali lipat dari harga normal. Apalagi tenant masih menggunakan fasilitas secara gratis. Tidak ada alasan menaikkan harga barang kebutuhan umum,” tegasnya.

Baca  Eks Kepala BMKG Sebut Faktor Manusia Dominan Picu Banjir Sumatra

Tak hanya harga air mineral, Otorita IKN juga akan mengevaluasi harga makanan yang dijual seluruh tenant. Kurasi harga bakal dilakukan bersama instansi terkait guna menyusun standar harga yang dinilai wajar sehingga tidak membebani masyarakat maupun pengunjung.

“Kami akan melihat kewajaran harga makanan juga, sehingga ekosistem usaha di IKN tumbuh dengan sehat dan tidak memberatkan masyarakat,” katanya.

Alimuddin memastikan Otorita IKN tidak akan ragu menghentikan kerja sama dengan tenant yang enggan mematuhi aturan.

“Kalau tidak cocok dengan aturan yang sudah kami tetapkan, silakan keluar. Tetapi kalau ingin tetap berusaha di IKN, harus mengikuti ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Baca  Belanda Pesta Gol, Tumbangkan Rumania 3-0 di 16 Besar Euro 2024

Pantauan di lokasi menunjukkan keempat tenant tersebut sudah tidak beroperasi. Gerai Roti’O dan Bhinneka Coffee memasang tulisan Closed di pintu masuk, sedangkan area makan Bakoel Bambu ditutup menggunakan terpal.

Meski demikian, perbedaan harga air mineral masih ditemukan di sejumlah tenant lain. Air mineral merek Squades ukuran 330 mililiter dijual Rp11 ribu di salah satu tenant Kemenko 2. Sementara di booth lain, merek yang sama dengan ukuran 600 mililiter dipasarkan seharga Rp7 ribu. (tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button