KaltimSamarinda

DPRD Samarinda Kritik Kinerja Varia Niaga, Setoran PAD Dinilai Belum Maksimal

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Komisi II DPRD Samarinda menyoroti kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Sorotan itu muncul lantaran realisasi usaha perusahaan dianggap belum sebanding dengan besarnya penyertaan modal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi mengatakan pihaknya telah beberapa kali memanggil jajaran manajemen Varia Niaga untuk melakukan evaluasi terhadap arah bisnis perusahaan daerah tersebut.

Menurutnya, dari total 21 bidang usaha yang direncanakan, baru sekitar 11 usaha yang berjalan hingga saat ini. Kondisi itu dinilai menunjukkan belum adanya fokus yang jelas dalam pengembangan bisnis perusahaan.

Baca  Rapat Paripurna DPRD Kaltim Lantik 55 Anggota DPRD Periode 2024-2029

“Kita sudah beberapa kali memanggil Varia Niaga. Saya sudah bilang mereka harus fokus terhadap core business yang benar-benar dikuasai,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Ia menilai perusahaan daerah seharusnya lebih memprioritaskan sektor usaha yang memiliki potensi dan kompetensi kuat agar mampu menghasilkan keuntungan yang optimal. Iswandi juga mengingatkan agar Varia Niaga tidak kembali mengulangi pola lama dengan membuka terlalu banyak lini usaha di luar kemampuan perusahaan.

Menurutnya, langkah tersebut justru berisiko menimbulkan persoalan baru dan membuat perusahaan sulit berkembang secara maksimal.

Baca  Sekretariat DPRD Kaltim Hadiri Anugerah Satyalancana Karya Satya XXX Tahun 2024

Selain itu, Komisi II DPRD Samarinda turut menyoroti besaran kontribusi keuangan yang diberikan Varia Niaga kepada daerah. Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat evaluasi, kontribusi perusahaan pada 2025 disebut baru sekitar Rp500 juta, sedangkan penyertaan modal dari pemerintah mencapai Rp10 miliar.

“Kontribusinya baru Rp500 juta, sementara ada penyertaan modal Rp10 miliar,” katanya.

Iswandi bahkan membandingkan capaian tersebut dengan potensi keuntungan jika dana penyertaan modal hanya ditempatkan dalam bentuk deposito perbankan.

“Kalau Rp10 miliar itu didepositokan dengan bunga lima persen saja, hasilnya juga bisa sekitar Rp500 juta,” tegasnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola perusahaan, termasuk strategi pengembangan usaha dan efektivitas penggunaan modal yang telah diberikan pemerintah daerah.

Baca  Bupati PPU Minta SKPD Maksimalkan Potensi Daerah

Komisi II DPRD Samarinda menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan Perumda Varia Niaga. DPRD berharap perusahaan daerah itu dapat segera melakukan pembenahan, baik dari sisi manajemen maupun fokus usaha, agar mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi PAD Kota Samarinda.(sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button